Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman turun langsung ke lokasi bencana di Aceh untuk memastikan proses pemulihan sektor pertanian berjalan optimal.
Peninjauan dilakukan pada tahap awal rehabilitas lahan, penaluran bantuan sarana produksi, serta percepatan tanam berjalan dengan tepat waktu.
Advertisement
Mentan bersama rombongan tiba di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, pada Kamis pagi sekitar pukul 08.30 WIB.
Di lokasi tersebut, Amran meninjau secara langsung kondisi areal pesawahan yang masih terendam lumpur akibat bencana hidrometeorlogi yang melanda wilayah tersebut.
Saat peninjauan tersebut, Andi meminta jajaran Kementerian Pertanian untuk memastikan dan menekankan pentingnya kecepatan dan ketepatan sasaran dalam proses rehabilitasi, agar fungsi lahan segera pulih dan petani bisa segara kembali berproduksi.
"Jadi seluruh tim terima kasih, kami minta seluruh swakelola, kalau perlu petaninya ikut kerjakan sendiri. Dan itu dibayar pemerintah," kata Amran, melansir Antara, Jumat (15/1/2026).
Ia menegaskan, seluruh proses rehabilitasi lahan pertanian harus dilakukan secara swakelola dan padat karya dengan melibatkan petani setempat, dibiayai oleh pemerintah, tanpa menggunakan kontraktor besar agar memberikan manfaat ekonomi langsung yang bisa dirasakan masyarakat.
"Jadi swakelola, jadi padat karya. Jadi ini nggak kemana-mana, nggak usah pakai kontraktor besar, apalagi kecil-kecil begini," ucap Amran.



