JAKARTA, DISWAY.ID-- Polemik pelarangan perdagangan produk pakaian impor bekas layak pakai atau thrifting hingga kini masih terus menghantui para pedagang yang selama bertahun-tahun telah menggeluti usaha tersebut.
Terkini, sejumlah besar pedagang pakaian thrifting juga kembali turut menyampaikan keresahan mereka akan dampak kekosongan stok pakaian impor bekas layak pakai yang melanda pusat thrifting usai Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali menegaskan larangan impor pakaian bekas, pada bulan Oktober 2025 lalu.
BACA JUGA:Momen Insanul Fahmi Akhirnya Ketemu Anak Setelah Kasus Poligami: I Love You Mawa, I Love You Inara
BACA JUGA:Perlindungan Jemaah, Kemenhaj Tangani Aduan Haji dan Umrah: Panggil Pihak Terkait!
Bukan tanpa alasan. Pasalnya, kekosongan stok pakaian untuk para pedagang thrifting ini pun justru malah berbanding terbalik dengan pernyataan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, yang mengungkapkan rencana Pemerintah untuk mengalihkan penjualan pakaian impor bekas ke produk UMKM lokal.
"Mengenai produk-produk lokal 1300 brand yang diklaim Kementrian UMKM sampai hari ini, sesuai janji pak Mentri, tidak ada realisasi sama sekali. Barang belum ada masuk khususnya ke pasar Senen," ujar Perwakilan pedagang Thrifting Pasar Senen, Rifai Silalahi, dalam pesan singkat yang diberikan kepada Disway, pada Kamis (15/05).
BACA JUGA:Jadwal Siaran India Open 2026 Hari Ini, Ujian Berat Jonatan Christie dan Putri KW
BACA JUGA:Link Simulasi TKA 2026 Siswa SD dan SMP dari Kemendikdasmen, Kapan Pelaksanaanya?
Imbasnya, Rifai menambahkan, jumlah pengunjung atau pembeli yang mendatangi pusat thrifting pasar Senen blok III pun menjadi berkurang imbas tidak ada barang yang dijual.
Padahal menurut Rifai, momen-momen menjelang datangnya bulan Ramadhan adalah momen yang paling ditunggu-tunggu oleh para pedagang thrifting di pasar Senen.
"Biasanya kondisi normal kalo menjelang ramadan omset meningkat. Tapi kondisi saat ini, situasi di pasar Senen malah sepi karena tidak ada barang yang mau dijual," ungkap Rifai.
Pedagang : Kami Siap Bayar Pajak
Dalam menyikapi polemik pelarangan perdagangan barang pakaian thrifting sendiri, Ketua Umum Himpunan Pedagang Pakaian Bekas Indonesia (HP212) Effendy kembali menekankan bahwa sebenarnya para pedagang selalu siap untuk membayar pajak.
BACA JUGA:BNPB Kebut Pembangunan 711 Unit Huntara di Aceh Utara, Target Rampung Akhir Januari
BACA JUGA:Link dan Cara Nonton 'Wind Up' Drama Jeno dan Jaemin NCT Sub Indo di KITZ, Bisa Diakses Gratis
- 1
- 2
- »





