Menhan Ukraina Ungkap Krisis Militer: 2 Juta Penghindar Wajib Militer, 200 Ribu Prajurit Tinggalkan Pos Tanpa Izin

erabaru.net
6 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Beredar luas kabar bahwa tingkat pembelotan di Ukraina sangat tinggi. Pada Rabu (14 Januari), Menteri Pertahanan Ukraina yang baru, Mykhailo Fedorov, untuk pertama kalinya mengungkap skala serius masalah tersebut. Ia memperkirakan sekitar 200.000 tentara telah meninggalkan tugas tanpa izin, sementara sekitar 2 juta warga Ukraina tercatat sebagai “buronan” karena menghindari wajib militer.

Menurut laporan CNN, Fedorov menyampaikan pernyataan tersebut di parlemen Ukraina dan kemudian mengkonfirmasinya kembali menjelang pemungutan suara pengangkatannya sebagai Menteri Pertahanan. Ini merupakan pertama kalinya seorang pejabat Ukraina secara terbuka mengungkap besarnya permasalahan tersebut.

Berdasarkan hukum Ukraina, semua pria berusia 18 hingga 60 tahun wajib mendaftarkan diri ke militer dan membawa dokumen identitas setiap saat. Namun saat ini, hanya pria berusia 25 hingga 60 tahun yang masuk dalam daftar mobilisasi. 

Selain itu, status darurat militer melarang semua pria yang memenuhi syarat militer berusia 23 hingga 60 tahun untuk meninggalkan negara tersebut. Meski demikian, puluhan ribu orang dilaporkan telah melarikan diri ke luar negeri secara ilegal.

Menurut laporan AFP, menghadapi kekurangan personel yang serius ini, Fedorov mengusulkan agar Ukraina menggandakan investasi pada keunggulan strategisnya, yakni perang non-konvensional dan teknologi drone.

Pada 14 Januari, ia mengatakan kepada anggota parlemen:  “Lebih banyak robot berarti lebih sedikit kerugian. Lebih banyak teknologi berarti lebih sedikit kematian. Nyawa para pahlawan Ukraina adalah yang paling berharga.”

Populasi Rusia sekitar empat kali lipat lebih besar dibanding Ukraina, dan ukuran militer Ukraina selama ini berada di bawah militer Rusia. Selama bertahun-tahun, tentara Ukraina berada di bawah tekanan besar saat menghadapi musuh yang jauh lebih kuat.

Situasi pertempuran di garis depan sangat brutal. Pasukan Kyiv sering kali harus mempertahankan posisi strategis dengan keras, meskipun berada dalam kondisi kalah jumlah dan kalah daya tembak. (Hui)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hari Ini, BMKG Prakirakan Jakarta Berawan hingga Hujan Sedang
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Warga Nilai Tak Butuh JPO Sarinah, Halte Transjakarta MH Thamrin Masih Ramah Disabilitas
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Isra Mi‘raj dan Fondasi Spiritual Peradaban Islam
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kilasan Sejarah 16 Januari: Perang Teluk Persia hingga Presiden Kongo Dibunuh
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Polisi Tangkap 5 Pembalak Liar di Gunung Ciremai, Puluhan Gelondong Sonokeling Disita
• 36 menit lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.