JAKARTA - China meningkatkan tekanan dan tindakan keras terhadap para penganut Falun Gong, sebuah Gerakan agama baru yang berakar pada meditasi tradisional Tiongkok dan ajaran moral. Falun Gong yang didirikan pada 1990-an dilarang oleh pemerintahan Partai Komunis China (PKC) dan selama bertahun-tahun, para penganutnya telah mengalami penangkapan, interogasi, dan dipenjara.
Tindakan keras ini berdampak besar pada warga China, salah satunya adalah Zhang Wanxia. Pada malam sebelum pernikahannya, tunangan Zhang, Yin Xinxiao, tiba-tiba ditahan dan diinterogasi oleh polisi selama berjam-jam—satu-satunya karena "kejahatan" mempraktikkan Falun Gong, sebuah disiplin spiritual yang berakar pada meditasi tradisional China dan ajaran moral.
Insiden tersebut menjadi pertanda apa yang akan terjadi pada Zhang: bertahun-tahun penganiayaan negara, penyiksaan, dan kerja paksa di bawah PKC, demikian dilansir The Singapore Post, Jumat, (16/1/2026).
Penindasan terhadap Falun Gong secara resmi dimulai pada 20 Juli 1999, ketika otoritas China melarang praktik tersebut di seluruh negeri.

:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Rapat-persiapan-Musyawarah-Besar-IAPIM-XII-di-Red-Corner-Makassar.jpg)

