MAGELANG, iNews.id – Isak tangis mengiringi pemakaman jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang yang hilang dan ditemukan meninggal dunia di Gunung Slamet.
Jenazah langsung dimakamkan setibanya di rumah duka komplek Perumahan Depkes, Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Kamis (15/1/2026) malam.
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat namun penuh kesedihan. Orang tua almarhum tampak tak kuasa membendung air mata saat melihat putra tercintanya dimasukkan ke liang lahat.
Pihak Pemerintah Kota Magelang melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Catur Budi Fajar Sumarmo, terus mendampingi keluarga sejak proses pencarian hingga pemakaman.
"Pihak keluarga sudah menyatakan ikhlas atas musibah yang menimpa almarhum. Terkait berbagai isu yang beredar di media sosial, keluarga memilih untuk tidak menghiraukannya. Fokus saat ini adalah memulangkan almarhum ke Magelang dan memakamkannya dengan layak," ujar Catur Budi Fajar Sumarmo.
Kronologi Pencarian 17 HariSyafiq Ridhan Ali Razan sebelumnya dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan, pada 27 Desember lalu. Saat itu, kondisi cuaca di gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut memang dilaporkan cukup ekstrem.
Selang beberapa hari pencarian, Himawan berhasil ditemukan oleh tim SAR dalam kondisi selamat. Namun, Ali baru berhasil ditemukan setelah 17 hari masa pencarian intensif. Sayangnya, remaja berusia 18 tahun tersebut ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia di area medan yang sulit dijangkau.
Kini, Ali telah beristirahat dengan tenang di kampung halamannya. Kisahnya menjadi pengingat bagi para pecinta alam tentang pentingnya kesiapan fisik, mental, dan kewaspadaan terhadap cuaca saat melakukan aktivitas pendakian.
Original Article




