Pariwisata Indonesia Tumbuh Kuat Sepanjang 2025, Kunjungan Wisman Tembus 13,98 Juta

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta 

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat kinerja positif sektor pariwisata Indonesia sepanjang 2025, ditopang peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dan pergerakan wisatawan nusantara.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan secara kumulatif jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada periode Januari hingga November 2025 mencapai 13,98 juta kunjungan. 

Angka tersebut meningkat 10,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 12,66 juta kunjungan.

“Dari sisi pasar utama, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia masih didominasi oleh lima negara penyumbang terbesar, yaitu Malaysia, Australia, Singapura, Tiongkok, dan Timor Leste. Kelima negara ini secara kumulatif menyumbang lebih dari 56 persen total kunjungan wisatawan mancanegara pada November 2025,” kata Widiyanti dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Jumat, 16 Januari 2026.

Menurutnya, dominasi pasar regional tersebut menunjukkan kekuatan pasar terdekat, sekaligus menjadi pengingat pentingnya perluasan pasar melalui peningkatan konektivitas, promosi yang lebih terarah, serta peningkatan kualitas layanan.

Dari sisi pintu masuk, Widiyanti menyebut kunjungan wisatawan mancanegara masih terkonsentrasi di lima bandara utama, yakni Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Soekarno–Hatta Jakarta, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Kualanamu Medan, dan Bandara Internasional Yogyakarta.

“Kelima pintu masuk ini merupakan simpul strategis konektivitas pariwisata internasional Indonesia dan akan terus diperkuat, baik dari sisi layanan, pengalaman kedatangan, maupun integrasi dengan destinasi,” ujar Widiyanti.

Sementara itu, selisih antara jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan perjalanan wisatawan nusantara juga menunjukkan tren peningkatan, dari 4,52 juta pada Januari–November 2024 menjadi 5,64 juta pada periode yang sama 2025. Kondisi ini dinilai memberi sinyal positif bagi penguatan neraca pariwisata dan devisa nasional.

Di sisi domestik, Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mencatat perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari hingga November 2025 mencapai 1,09 miliar perjalanan, melampaui target tahunan sebesar 1,08 miliar.

“Angka ini menegaskan peran strategis wisatawan nusantara sebagai penyangga utama pariwisata nasional, terutama dalam menjaga stabilitas sektor ini di tengah dinamika global,” ucap Ni Luh.

Meski demikian, ia menyoroti tantangan pemerataan destinasi. Lebih dari 61 persen perjalanan wisatawan nusantara masih terkonsentrasi di lima provinsi di Pulau Jawa, yakni Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Banten. 

Pemerintah, kata dia, terus mendorong diversifikasi destinasi melalui penguatan destinasi prioritas, destinasi regeneratif, serta pengembangan desa wisata di luar Jawa.

Peningkatan mobilitas wisatawan juga terlihat selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026. 

Data sementara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat pergerakan wisatawan di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan tiga Destinasi Regeneratif mencapai 11,81 juta perjalanan, tumbuh 10,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam periode tersebut, Kemenpar menerapkan sejumlah langkah pengamanan dan koordinasi lintas sektor. Ni Luh menyebut kebijakan insentif transportasi, khususnya tiket angkutan udara, turut disiapkan agar dapat dirasakan masyarakat.

“Kami juga memastikan kebijakan insentif transportasi, khususnya tiket angkutan udara, benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tutur Ni Luh.

Selain itu, pemerintah juga mencatat dampak ekonomi dari program pendukung pariwisata. Program BINA (Belanja di Indonesia Aja) Indonesia Great Sale 2025 selama libur Natal dan Tahun Baru mencatatkan nilai transaksi sekitar Rp31 triliun.

Ke depan, Widiyanti menegaskan pengembangan pariwisata nasional diarahkan pada pariwisata berkualitas dengan menyasar segmen bernilai tambah tinggi.

“Pengembangan difokuskan pada segmen unggulan seperti gastronomi, wisata bahari, dan wellness tourism, termasuk menyasar pasar premium dan luxury yang memiliki dampak ekonomi lebih besar,” kata Widiyanti.

Upaya tersebut diperkuat dengan capaian 153 penghargaan internasional yang diraih pariwisata Indonesia sepanjang 2025, termasuk pengakuan dari La Liste Prancis, Michelin Keys, dan UN Tourism.

“Penghargaan tersebut menegaskan reputasi pariwisata Indonesia berada pada level tertinggi dalam satu dekade terakhir,” ujar Widiyanti.

Ia menilai tren pertumbuhan pariwisata saat ini merupakan hasil dari kebijakan yang lebih terarah, peningkatan kualitas destinasi, serta sinergi lintas sektor.

“Dengan komitmen bersama dan kepercayaan publik yang terus terjaga, kami optimis pariwisata Indonesia akan menjadi kekuatan strategis pembangunan nasional dan wajah Indonesia di panggung dunia,” ucap Widiyanti.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
OJK Pastikan Kawal Tuntas Kasus Fraud Oleh PT Dana Syariah Indonesia
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Habiburokhman Nilai Vonis Laras Faizati Bukti KUHP dan KUHAP Baru Lebih Berkeadilan
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Inflasi Terkendali Dinilai Jadi Modal Konsumsi Dongkrak Pertumbuhan Awal 2026
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Komisi I DPR Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan WNI di Iran
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Jembatan Presisi Polda Metro Mulai Dibangun, Bantu Akses Warga Pebayuran Bekasi
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.