Rektor UMI Hadiri Taklimat Presiden RI: Kampus Harus Berpikir Seperti Negara untuk Menjaga Masa Depan Indonesia

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menghadiri Taklimat Awal Tahun Presiden Republik Indonesia yang dipimpin langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, Kamis, Januari, di Istana Negara, Jakarta Pusat.

Forum strategis kenegaraan ini dihadiri sekitar 1.200 pimpinan perguruan tinggi yang terdiri atas rektor, guru besar, dan dekan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia.

Sebagai representasi pimpinan universitas yang aktif mendorong transformasi pendidikan tinggi berbasis integritas, sains, dan pengabdian kebangsaan.

Pertemuan nasional yang mengusung tema “Manusia, Pendidikan Tinggi, dan Sains untuk Kebangkitan Indonesia” ini menjadi ruang dialog langsung antara Presiden RI dan pimpinan perguruan tinggi dalam rangka memperkuat peran strategis kampus sebagai arsitek masa depan bangsa, sekaligus mitra negara dalam mewujudkan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pendidikan tinggi dan sains bukan sekadar sektor pendukung, melainkan fondasi utama kekuatan nasional, terutama dalam menghadapi dinamika geopolitik global, ketidakpastian ekonomi dunia, serta tantangan kedaulatan pangan, energi, dan teknologi.

Presiden juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026 pemerintah akan memulai sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berkaitan langsung dengan hilirisasi industri, swasembada pangan dan energi, penguatan sektor kesehatan, serta pengembangan sains dan teknologi nasional, yang seluruhnya membutuhkan dukungan sumber daya manusia unggul hasil pendidikan tinggi yang kuat dan berkarakter.

Sebagai bentuk keberpihakan nyata kepada dunia akademik, Presiden RI juga menyampaikan komitmen penambahan anggaran riset nasional sebesar Rp4 triliun untuk perguruan tinggi di seluruh Indonesia, guna memperkuat riset terapan, inovasi strategis, dan kolaborasi kampus–industri–negara dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, menyampaikan apresiasi atas kebijakan dan kepemimpinan Presiden yang secara terbuka mengajak perguruan tinggi berpikir dan bertindak sebagai bagian dari sistem ketahanan negara.

“Bagi UMI, pertemuan ini bukan sekadar undangan kehormatan, tetapi amanah kebangsaan. Presiden memberi pesan yang sangat jelas: kampus tidak boleh berjalan sendiri, kampus harus berjalan bersama negara,” ujar Prof. Hambali.

Dalam forum tersebut, Rektor UMI juga mendampingi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) dalam konferensi pers pasca-taklimat, sebagai bagian dari konsolidasi kebijakan strategis pendidikan tinggi nasional menghadapi fase pembangunan 2025–2045.

Prof. Hambali menegaskan komitmen Universitas Muslim Indonesia untuk bekerja lebih keras, lebih disiplin, dan lebih terarah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang siap mendukung Proyek Strategis Nasional pemerintahan Presiden Prabowo, khususnya di bidang kesehatan, ketahanan pangan, energi, teknologi, dan penguatan karakter kebangsaan.

“UMI berkomitmen melahirkan lulusan yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi kuat secara karakter, berintegritas, dan siap mengabdi bagi bangsa. Riset kami diarahkan untuk berdampak, pengabdian kami ditujukan untuk rakyat, dan pendidikan kami kami posisikan sebagai investasi peradaban,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut turut dibahas berbagai isu strategis pendidikan tinggi nasional, antara lain kekurangan tenaga dokter yang masih melampaui 100 ribu orang secara nasional, peningkatan kualitas dan kesejahteraan dosen.

Lalu penguatan sarana dan prasarana kampus, serta keberlanjutan pembiayaan perguruan tinggi agar tetap berkualitas tanpa membebani mahasiswa dan masyarakat.

Kehadiran Rektor UMI dalam forum kenegaraan di Istana Negara ini sekaligus menegaskan posisi Universitas Muslim Indonesia sebagai perguruan tinggi swasta terkemuka di Kawasan Timur Indonesia.

Tidak hanya membesarkan institusi, tetapi ikut menjaga masa depan negara melalui pendidikan tinggi, sains, dan pengabdian kebangsaan.

UMI meneguhkan diri sebagai kampus yang berpikir seperti negara, bekerja untuk rakyat, dan berikhtiar menghadirkan ilmu sebagai kekuatan moral dan strategis bangsa, demi Indonesia yang berdaulat, maju, adil, dan tangguh menghadapi dinamika global. (wis)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Perkuat Posisi World Class University, 5 Prodi FT UNM Kantongi Akreditasi Penuh dari ASIIN
• 9 menit laluharianfajar
thumb
KPK Telusuri Jumlah Uang Diduga Diterima Ono Surono dari Penyuap Ade Kuswara
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Brace Adrien Rabiot Bawa Milan Raih Tiga Poin di Kandang Como
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Warga binaan Lapas Sulteng suplai bahan pangan program MBG
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Kementrian ESDM Sebut Harga Minyak Mentah RI Turun karena Stok Dunia Berlebih
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.