LEGENDA Manchester United (MU) Gary Neville menyuarakan dukungannya agar manajemen klub bergerak agresif mendatangkan pelatih kelas dunia, termasuk Carlo Ancelotti, sebagai pelatih MU menggantikan Ruben Amorim.
Menurut Neville, sudah waktunya MU agar jangan coba-coba lagi kepada pelatih muda.
Menurutnya, MU tidak boleh kembali terjebak pada solusi sementara yang berulang. Neville menegaskan Michael Carrick, yang kini ditunjuk sebagai pelatih interim, tidak semestinya memimpin Setan Merah saat musim depan dimulai.
Baca juga : Carlo Ancelotti Dikaitkan ke Old Trafford, Masuk Radar Pelatih Baru Manchester United?
Meski menghormati Carrick, Neville menilai MU membutuhkan figur dengan reputasi dan pengalaman besar untuk mengembalikan daya tarik klub.
Kembalinya Carrick ke Old Trafford menjadi periode keduanya sebagai pelatih sementara dan menandai perubahan manajer ke-12 sejak era Sir Alex Ferguson berakhir.
Situasi tersebut, menurut Neville, menjadi alarm keras bagi manajemen.
Dalam pandangannya, ada sejumlah kriteria krusial yang harus dimiliki pelatih tetap MU berikutnya.
Baca juga : Selangkah Lagi, Michael Carrick Jadi Manajer Interim MU
Neville menyebut tiga nama utama yang dinilainya paling sesuai yakni Carlo Ancelotti, Thomas Tuchel, dan Mauricio Pochettino.
“Tiga nama yang paling menonjol adalah Tuchel, Ancelotti, dan Pochettino. Mereka semua berpeluang tersedia setelah Piala Dunia. Eddie Howe juga bisa dipertimbangkan, dia sudah meraih trofi, finis empat besar, dan menangani klub besar seperti Newcastle,” ujar Neville dalam podcast Stick to Football.
Neville menekankan, untuk kembali menarik minat pemain-pemain top, MU memerlukan pelatih yang membawa wibawa dan keseriusan.
“Tuchel dan Ancelotti menghadirkan aura profesional yang kuat. Jika menunjuk pelatih yang terlalu muda, United bisa kehilangan banyak target pemain. Seseorang seperti Ancelotti justru bisa membuat pemain tertarik datang,” katanya.
Carrick sendiri resmi menggantikan Amorim sebagai pelatih interim. Mantan gelandang yang meraih lima gelar Liga Inggris bersama MU itu diberi tugas membawa tim mengamankan tiket kompetisi Eropa hingga akhir musim. (H-4)



