PLN Perkuat Pengawasan Operasional PLTSa Benowo, Jaga Energi Bersih Surabaya

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur komitmen memperkuat pengawasan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo untuk menjaga energi bersih Kota Surabaya.

Achmad Mustaqir General Manager PLN UID Jatim menyebut, sampah di kota besar seperti Surabaya potensial untuk diolah jadi listrik.

PLTSa Benowo punya 2 pembangkit berkapasitas 1,65 MW dengan sistem sanitary landfill dan 9 MW dengan sistem gasification/zero waste.

“Sebanyak 600 ton sampah per hari diolah dengan metode pembangkitan gas metana melalui gas power plant (sanitary landfill). Sedangkan 1.000 ton sisanya diolah dengan metode gasifikasi,” jelasnya.

PLTSa Benowo sering jadi percontohan provinsi lain karena sejak beroperasi 2015 lalu tetap optimal.

“Sejak operasi sampai sekarang itu masih bisa berjalan dengan normal. Beberapa PLTSa di tempat lain sebagaimana yang kita katakan belum seoptimal operasionalnya seperti di PLTSa (Benowo),” ungkapnya usai menunjukkan simulasi VR pada awak media, Kamis (15/1/2026).

Hingga 2024, PLTSa Benowo menyumbang energi bersih mencapai 166,1 Gigawatt hour (GWh).

Secara keseluruhan, kontribusi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang sekarang masih 3,5 persen dari total daya mampu 10.586 MW.

“Sebesar 293 MW. Kalau saat ini kita di Jawa Timur masih dari fosil PLTU,” ungkapnya.

Untuk memastikan keoptimalan produksi pengolahan sampah jadi energi listrik itu, PLN memperkuat pengawasan operasional PLTSa Benowo, dari jarak jauh. Salah satunya dengan teknologi virtual reality (VR).

Sistem kerjanya, unit pelaksana pengatur distribusi memantau secara real time seluruh pembangkit listrik dari ruang kontrol.

“Di sini kita bisa melihat PLTP Ijen, kemudian PLTMH di Banyuwangi, termasuk di Surabaya ini ada PLTSa Benowo,” jelasnya.

Pengawasan itu tidak hanga mencakup semua proses produksi pengolahan sampah jadi energi listrik tapi juga mengendalikan aliran listrik dan mempercepat penanganan gangguan.

“Jadi kita bisa melihat aktivitas teman-teman dalam melakukan pemeliharaan maupun pengoperasian. Kita bisa mengontrol, mengoperasikan peralatan yang ada di gardu induk termasuk peralatan yang ada di jaringan tegangan menengah 20 KV,” tandasnya.

Terpisah sebelumnya, Dedik Irianto Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya memastikan, operasional PLTSa Benowo tidak mencemari udara berdasarkan uji kualitas udara yang dilakukan laboratorium terakreditasi.

Emisi yang dihasilkan PLTSa Benowo berada jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan pemerintah.

“Hasilnya masih jauh di bawah baku mutu udara ambien yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 22 Tahun 2021,” katanya 4 Agustus 2025 lalu.

Selama ini ada 1.600 ton sampah perhari yang dapat diubah menjadi energi listrik. Sampah-sampah tersebut, menghasilkan 12 megawatt (MW).

“Jadi begini ada dua teknologi pengelolaan sampah yang dilakukan di PLTSa Benowo. Pertama dengan landfill gas power plan, metodenya dengan menyedot gas metan pada tumpukan sampah dan menghasilkan listrik sebesar 2 MW setiap harinya. Sementara, teknologi kedua adalah gasifikasi power plan yang menghasilkan listrik 9 MW,” jelas Dedik.

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya juga menyebut PLTSa Benowo Surabaya akan memperbarui teknologi tahun 2032 ke atas yaitu insinerasi, yang lebih rendah residu. Saat ini, teknologi yang dipakai Surabaya masih gasifikasi. (lta/ris/iss)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Warga Nagekeo Kupang Rayakan Natal dan Tahun Baru Bersama
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Persib di Puncak Klasemen, Bojan Hodak Justru Blakblakan Soal Masalah Tim
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
David da Silva "Ngebet" Bela Timnas Indonesia: Semuanya Sedang Dalam Proses
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Persiapan Kunjungan Kenegaraan Presiden Prabowo ke Inggris
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polisi Terima Permohonan Restorative Justice Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Jokowi
• 8 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.