BI Perkuat Keahlian dalam Keamanan Uang

mediaindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita

SETELAH seri uang kertas rupiah 2022 meraih penghargaan Best New Series dari International Association of Currency Affairs (IACA) dan dinilai sebagai salah satu uang kertas paling aman di dunia, Bank Indonesia (BI) terus meningkatkan upayanya menjaga dan memperkuat kedaulatan rupiah. Kali ini BI mengadakan program Currency Academy, sebuah inisiatif pelatihan lanjutan yang dirancang untuk memperdalam keahlian dalam keamanan uang serta pemahaman terhadap tren global penggunaan uang tunai serta inovasi teknologi.

Akhir tahun lalu, program ini diselenggarakan melalui kolaborasi dengan mitra BI di Eropa yang bergerak di bidang teknologi sekuriti dan pencetakan uang kertas seperti SICPA, Landqart  dan Koenig & Bauer. Program tersebut juga sekaligus menegaskan komitmen bank sentral Indonesia itu dalam menjaga integritas rupiah, memastikan ketahanan rupiah, dan menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan budaya di tengah lanskap keuangan yang terus berkembang, serta memperkuat stabilitas sosial dan ekonomi.

Dalam program ini, para peserta pelatihan yang merupakan perwakilan dari Departemen Pengelolaan Uang BI dibekali dengan pengetahuan tentang teknologi keamanan uang, yang mencakup seluruh siklus uang kertas. Dimulai dari produksi dan inovasi teknologi substrat kertas di Landqart, dilanjutkan dengan lokakarya dan kunjungan ke laboratorium SICPA untuk mendiskusikan teknologi tinta sekuriti dan analisa forensik. Terakhir, peserta menyaksikan kemajuan teknologi pencetakan bersama Koenig & Bauer Banknote Solutions.

Baca juga : Rupiah Dekati Rp17.000 per Dolar AS, BI Lakukan Intervensi

Peserta Currency Academy juga mendapatkan kesempatan berdiskusi mengenai perkembangan dan masa depan penggunaan uang tunai dalam perekonomian yang semakin modern dengan digitalisasi.

Diskusi dalam program ini menitikberatkan pada penerapan sistem uang tunai yang aman, percepatan transformasi teknologi, lalu penguatan aspek keberlanjutan melalui penelitian dan pengembangan (R&D). Seperti apa masa depan uang tunai dan bagaimana perkembangan fitur keamanan uang kertas yang semakin maju, terutama terkait dengan security threads serta teknologi pencetakan mutakhir yang dinilai nantinya akan berperan dalam perekonomian yang semakin modern seperti Indonesia.

“Currency Academy memperkuat kemampuan kami dalam menjaga integritas rupiah dengan memperdalam pemahaman kami tentang tren global uang tunai, teknologi keamanan, dan praktik berkelanjutan,” kata Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Muhammad Anwar Bashori dalam keterangannya, Jumat (16/1).

Baca juga : BI : Utang Luar Negeri Indonesia Melambat pada November 2024

Ia melanjutkan, inisiatif ini mencerminkan komitmen kami terhadap inovasi dan kolaborasi, memastikan bahwa mata uang Indonesia tetap aman, tepercaya, dan siap menghadapi masa depan.

Sementara itu SICPA menegaskan komitmennya akan mendukung Bank Indonesia melalui Currency Academy dengan menyediakan keahlian di seluruh siklus uang. Hal ini ditegaskan David Burke, Regional Managing Director Asia Pacific Region di SICPA SA sekaligus Presiden Direktur PT SICPA-PERURI Securink.

“Kami bangga mendukung Bank Indonesia melalui Currency Academy, dengan menyediakan keahlian di seluruh siklus uang tunai—mulai dari teknologi substrat dan tinta hingga fitur keamanan canggih,” kata David Burke, “Tujuan kami adalah memungkinkan bank sentral mengadopsi solusi mutakhir yang meningkatkan keamanan uang kertas, efisiensi operasional, dan kedaulatan nasional.”

Currency Academy Bank Indonesia merupakan program kolaboratif antara BI dan perusahaan teknologi asal Swiss SICPA, yang menyediakan keahlian lanjutan bagi bank sentral dalam hal keamanan uang dan teknologi. Program ini dikembangkan bersama para mitra terkemuka di bidang tinta keamanan dan pencetakan uang kertas, serta memberikan pengetahuan terintegrasi di seluruh siklus uang tunai—dari substrat kertas hingga peredaran.

Currency Academy juga berfokus pada penguatan kapasitas, alih teknologi, serta percepatan inovasi melalui kolaborasi publik-swasta, sekaligus mendorong efisiensi biaya, keberlanjutan, serta dampak ekonomi dan sosial yang positif. (Cah/P-3)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Perguruan Tinggi dan Agenda Kebangsaan
• 7 jam lalukompas.com
thumb
India Open: Ditekuk Pemain Nomor 1 Dunia, Putri KW Gagal ke Semifinal
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Gus Yaqut Ternyata Mau Buka-bukaan soal Kasus Dana Haji Saat Dipanggil Pansus, tapi Disuruh Jokowi Melawat ke Prancis
• 22 jam lalufajar.co.id
thumb
Kim Gordon eks Sonic Youth Umumkan Album Baru, Tulis Lirik Pakai Kata Terlarang Era Trump
• 12 jam laluinsertlive.com
thumb
4 Faktor Eksternal Penyebab Depresiasi Rupiah di Awal 2026
• 2 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.