Serdadu Sam Gambarkan Kegelisahan Batin Lewat Album Kronik

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Serdadu Sam merilis album Kronik, yang memotret kegelisahan batin, refleks sosial, dan pencarian eksistensi. Serdadu Sam merangkai cerita melalui 13 lagu di album ini.

Lagu-lagu itu menggambarkan ambisi dan ketamakan, kegagalan, perpisahan, pertobatan, kehilangan, hingga kobaran semangat dalam memperjuangkan kehidupan yang lebih baik.

“Kronik adalah dokumentasi batin. Saya tidak sedang membuat album komersial—saya sedang menulis catatan untuk dipahami, oleh siapa pun yang pernah merasa sendiri, lelah, tidak berdaya dihantam kerasnya kehidupan, dan ditelan kekecewaan di tengah keramaian, namun tetap harus berjuang menjalani hidup yang terus berjalan,” kata Kenny, sosok di balik Serdadu Sam, dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan, belum lama ini.

Lagu-lagu di album Kronik telah dirancang sejak 2021. Kisahnya dilandasi oleh pengalaman pribadi, hasil observasi, dan cerita orang-orang terdekat.

Kenny menciptakan dan menulis lagu-lagu di album Kronik dalam bahasa Indonesia dengan pendekatan lirik yang naratif, namun tetap puitis.

“Menulis dalam Bahasa Indonesia punya tantangan tersendiri. Saya berusaha menghindari klise, tapi juga tidak ingin terlalu bersayap,” tutur Kenny.

Lagu di Album Kronik Punya Durasi Tidak Biasa

Beberapa lagu di album Kronik memiliki durasi yang tidak biasa. Misalnya saja Kalibut. Lagu yang menceritakan tentang konflik Gaza ini berdurasi lebih dari 12 menit.

“Saya tak ingin dibatasi aturan industri soal durasi. Cerita sebuah lagu selesai saat ia selesai—bukan saat timer berhenti,” ucap Kenny.

Salah satu titik penting dalam album Kronik adalah reinterpretasi Setengah Tiang, lagu karya Harry Roesli. Dengan restu keluarga almarhum, lagu ini dihidupkan kembali melalui sentuhan brass dan emosi kontemporer.

“Kami tidak ingin meng-cover. Kami ingin berdialog dengan masa lalu,” ungkap Kenny.

Sementara Agrippina, yang dirilis dalam EP Rencana Tiga Belati dan pernah masuk nominasi AMI Awards 2022 untuk kategori Karya Produksi Progressive Terbaik, menjadi fondasi gaya musik Serdadu Sam yang progresif, melankolis, dan eksperimental.

Album Kronik juga menghadirkan single Dan Akhirnya Selamanya, kolaborasi dengan Bemby Gusti, drummer band Sore. Lagu ini menjadi pesan personal Kenny untuk kedua putrinya yakni tentang menerima hidup, menghadapi kekecewaan, dan menemukan makna dari kebahagiaan yang disyukuri.

“Saya menganggap lagu ini sebagai My Way-nya Serdadu Sam,” kata Kenny.

Dalam proses kreatifnya, Serdadu Sam berkolaborasi dengan Rama Moektio, Dave Lumenta, Bemby Gusti, Mondo Gascaro, Denny Chasmala, Fajar Adi Nugroho, Indro Hardjodikoro, Andre Dinuth, Adra Karim, Yai Item, Noldy Benyamin, Achi Hardjakusumah, Diki Satya, Vari Rivano (Band Rimba), Aufa Kantadiredja, Ibnu Aliph, Brury Effendi, Wahyu Hidayat, Matahari Macallo, hingga Moscow Metropolitan Session Orchestra.

“Kolaborasi adalah pola kerja yang saya nikmati karena setiap musisi dapat menyuntikkan nyawa pada lagu-lagu saya,” ucap Kenny.

Serdadu Sam berharap album Kronik dapat memberikan pengalaman musikal yang berbeda kepada para pencinta musik Indonesia.

“Yang bersedia memberikan waktu untuk mendengarkan dan mengenal karya ini lebih jauh,” kata Kenny.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
10 Universitas Terbaik di Yogyakarta Versi Webometrics per Januari 2026
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Tito Dorong Menteri Bergerak Cepat Pulihkan Sumatera Pascabencana
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
120.757 Kendaraan Lintasi Tol Trans Sumatra di Libur Panjang Isra Mikraj
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dendeng, Donat, hingga Mobil Bekas Ada di Blok M
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Catatan Dahlan Iskan: Asta Cashtry
• 1 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.