GenPI.co - Sebanyak 711 unit hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, dikebut pembangunannya sebelum Ramadan.
Plt Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB Kolonel Infanteri Hery Setiono mengatakan pembangunan huntara ini dikebut supaya bisa diselesaikan dan dihuni sebelum Ramadan.
Dia menjelaskan huntara dibangun di 5 kecamatan berdasarkan hasil validasi data.
"Percepatan pembangunan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan warga dengan kategori rumah rusak berat, hilang, dan hanyut akibat bencana," kata dia, Jumat (16/1).
Ratusan huntara ini dibangun di Kecamatan Baktiya, Baktiya Barat, Dewantara, Sawang, dan Seunuddon.
Dia membeberkan di Kecamatan Seunuddon pembangunan 84 unit huntara tahap pertama dilakukan di Desa Ulee Rubek Timur.
Huntara ini memanfaatkan lahan seluas sekitar 14.000 meter persegi.
Dia menerangkan setiap huntara dilengkapi fasilitas dasar, seperti ruang keluarga, kamar mandi, sanitasi, sumur bor, dan sistem pembuangan limbah sederhana.
Selanjutnya, pihaknya akan menentukan kebutuhan tambahan huntara sesuai hasil pendataan lanjutan.
Tak hanya itu, warga terdampak diberi pilihan menempati huntara atau menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600.000 per bulan.
BNPB mencatat pembangunan huntara di Aceh Utara diproses sebanyak 4.404 unit.(ant)
Simak video berikut ini:

:strip_icc()/kly-media-production/medias/804502/original/015234600_1422864214-budi_3.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343258/original/005130700_1757411856-2025098AA_Timnas_Indonesia_Vs_Lebanon-054.jpg)