Lulusan S2 Terus Bertambah, Bayang-Bayang Pengangguran Terdidik Masih Menghantui

republika.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Fenomena lulusan Strata Dua (S2) yang menganggur atau kesulitan memperoleh pekerjaan layak menjadi ironi di tengah meningkatnya angka pendidikan tinggi di Indonesia. Gelar magister yang selama ini dipersepsikan sebagai tiket menuju jenjang karier lebih tinggi, nyatanya belum sepenuhnya menjamin kemudahan akses ke dunia kerja.

Sejumlah pengamat pendidikan menilai, tingginya angka pengangguran lulusan S2 disebabkan oleh ketimpangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri. Banyak lulusan magister dinilai terlalu teoritis, minim pengalaman praktis, serta tidak memiliki keahlian spesifik yang benar-benar dibutuhkan pasar kerja saat ini.

Selain itu, perubahan cepat teknologi digital turut memperlebar jurang tersebut. Dunia industri kini menuntut talenta yang tidak hanya berpikir konseptual, tetapi juga mampu menghadirkan solusi berbasis teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan, pengolahan data, hingga sistem terdistribusi. Sayangnya, tidak semua program S2 mampu menjawab tantangan ini secara konkret.

Faktor lain yang kerap disorot adalah orientasi studi yang tidak berbasis karier dan inovasi. Banyak lulusan S2 terjebak pada gelar akademik semata, tanpa dibekali portofolio, riset terapan, atau proyek teknologi yang dapat langsung diimplementasikan di dunia industri maupun kewirausahaan digital.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Namun kondisi tersebut tidak berlaku bagi lulusan Magister (S2) Ilmu Komputer Universitas Nusa Mandiri (UNM), yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis. Program studi ini dirancang secara adaptif untuk menjawab kebutuhan industri masa kini dan masa depan, dengan menekankan penguasaan kompetensi strategis dan aplikatif.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Debut John Herdman, Timnas Indonesia Siap Hadapi FIFA Series Maret 2026 | KOMPAS PAGI
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Disebut Paling Bahagia, Indonesia Justru Dibayangi Tingkat Kemiskinan Tertinggi Versi Bank Dunia
• 14 jam lalusuara.com
thumb
Performa Solid, Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp9,3 Triliun
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mendiktisaintek: Presiden Minta Kampus Perkuat Kemandirian Bangsa saat Gejolak Geopolitik
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Peta Cuan 2026: Saham Kesehatan, Teknologi, hingga Perkapalan Jadi Sorotan
• 14 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.