Grid.ID - Perayaan Imlek selalu identik dengan harapan baru, keberuntungan, dan kebahagiaan. Imlek 2026 kembali menjadi momen penting bagi banyak keluarga untuk memulai tahun dengan energi positif.
Meski tanggal perayaan disebut jatuh pada 29 Januari dalam sumber yang ada, makna dan tradisi Imlek tetap relevan dan dijalankan lintas tahun. Berbagai ritual yang dilakukan dipercaya membawa keberuntungan dan menyingkirkan nasib buruk dari tahun sebelumnya.
Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun dan sarat simbolisme. Berikut rangkaian tradisi yang diyakini membawa keberuntungan saat Imlek 2026, sebagaimana dikutip dari Kompas.com dan Kompas TV, Jumat (16/1/2026).
Membersihkan dan Mendekorasi Rumah dengan Warna Merah
Salah satu tradisi paling menonjol saat Imlek 2026 adalah membersihkan rumah secara menyeluruh. Pembersihan ini melambangkan upaya menghilangkan nasib buruk dan energi negatif dari tahun sebelumnya.
Setelah itu, rumah didekorasi dengan warna merah yang dipercaya membawa keberuntungan dan energi positif. Lentera merah digantung, sementara syair-syair merah serta gambar bertema Tahun Baru ditempel di pintu rumah.
Warna merah juga diyakini mampu mengusir roh jahat. Tradisi ini menjadi simbol kesiapan menyambut keberuntungan di Imlek 2026.
Persembahan untuk Leluhur
Menghormati leluhur merupakan bagian penting dalam perayaan Imlek 2026. Sebelum malam Tahun Baru, banyak orang Tionghoa mengunjungi makam leluhur untuk memberikan persembahan.
Setelah itu, di rumah disiapkan meja makan dengan gelas tambahan sebagai simbol penghormatan. Hal ini menandakan bahwa leluhur dipersilakan “makan” terlebih dahulu sebelum keluarga menikmati makan malam.
Tradisi ini mencerminkan nilai penghormatan dan ikatan antar generasi. Keberuntungan diyakini datang ketika hubungan dengan leluhur dijaga dengan baik.
Makan Malam Reuni Keluarga
Malam Tahun Baru Imlek 2026 menjadi waktu paling penting bagi keluarga untuk berkumpul. Makan malam reuni menjadi puncak dari seluruh rangkaian perayaan.
Keluarga dari berbagai generasi duduk bersama di meja bundar, menikmati hidangan khas Tahun Baru. Momen ini sangat bermakna, terutama bagi mereka yang merantau. Kebersamaan tersebut dipercaya membawa keharmonisan dan keberuntungan bagi keluarga di tahun yang baru.
Memberikan Angpao Merah
Saat Imlek 2026, angpao merah menggantikan kartu ucapan sebagai simbol keberuntungan. Angpao berisi uang ini diberikan kepada anak-anak atau anggota keluarga tertentu.
Namun, terdapat aturan yang perlu diperhatikan, terutama dalam jumlah uangnya. Angka 4 dihindari karena dalam bahasa Mandarin terdengar mirip dengan kata “kematian.” Angpao merah melambangkan doa akan rezeki, keberuntungan, dan masa depan yang lebih baik.
Membuka Jendela
Tradisi lain yang dipercaya membawa keberuntungan di Imlek 2026 adalah membuka jendela rumah menjelang Tahun Baru. Tindakan ini melambangkan membiarkan keberuntungan masuk dan keburukan keluar.
Meski terdengar sederhana, tradisi ini memiliki makna simbolis yang kuat. Namun, pelaksanaannya tetap disesuaikan dengan kondisi cuaca. Ritual ini menjadi bagian dari upaya menyambut awal tahun dengan energi positif.
Menikmati Makanan Tradisional Imlek
Makanan memiliki peran penting dalam perayaan Imlek 2026. Beberapa hidangan wajib disajikan karena sarat makna simbolis.
Pangsit melambangkan kekayaan dan kemakmuran. Mie menjadi simbol umur panjang, sehingga tidak boleh dipotong saat dimakan.
Ikan melambangkan surplus dan keberlimpahan, sementara buah-buahan seperti jeruk dan pomelo melambangkan kesuksesan dan kekayaan. Setiap hidangan menjadi doa tersendiri untuk keberuntungan di tahun baru.
Tidak Mencuci atau Memotong Rambut
Dalam kepercayaan Imlek 2026, mencuci atau memotong rambut pada hari Tahun Baru dianggap dapat “membuang” keberuntungan. Oleh karena itu, semua perawatan diri seperti memotong rambut dianjurkan dilakukan sebelum hari perayaan.
Tradisi ini mungkin terdengar sepele, namun masih dipercaya dan dijalankan oleh banyak orang. Maknanya adalah menjaga agar keberuntungan tidak ikut terbuang di awal tahun.
Menyalakan Petasan dan Kembang Api
Menyalakan petasan dan kembang api menjadi tradisi yang tidak terpisahkan dari Imlek 2026. Suara ledakan dipercaya mampu mengusir kejahatan dan energi negatif. Tradisi ini berakar dari legenda monster Nian yang ditakuti penduduk desa.
Pada pergantian tahun, miliaran kembang api dinyalakan tepat pukul 12 malam. Selain sebagai hiburan, petasan menjadi simbol kemenangan atas keburukan dan penyambutan tahun baru.
Dengan menjalankan berbagai tradisi tersebut, Imlek 2026 diyakini dapat dimulai dengan penuh keberuntungan dan kebahagiaan. Ucapan seperti “Gong Xi Fa Cai” atau “Xing Nyan Kwai Lo” turut menyebarkan semangat positif. Tradisi-tradisi ini menunjukkan bahwa Imlek bukan sekadar perayaan, melainkan momentum penting untuk memperkuat harapan, kebersamaan, dan keberuntungan di tahun yang baru (*).
Artikel Asli


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F15%2Fa3ebe49a0cbd7339ec50940bc9f6efab-1000457384.jpg)