Jakarta (ANTARA) - Untuk pertama kalinya, aktor Kim Seon-ho dan aktris Go Youn-jung dipasangkan dalam drama komedi romantis Can This Love Be Translated.
Sebelumnya, Kim Seon-ho sudah tenar sebagai suami idaman dalam drama When Life Gives You Tangerines, sementara Go Youn-jung memerankan Oh I-yeong, seorang dokter kandungan yang bekerja demi membayar utang, namun punya keterampilan mumpuni, di serial Resident Playbook.
Dalam drama 12 episode ini, bukan cuma kendala bahasa yang jadi fokus. Penonton diajak untuk bertanya, apakah mungkin benar-benar memahami orang lain, terutama soal cinta?
Di Can This Love Be Translated, Kim Seon-ho menjadi seorang penerjemah multibahasa bernama Ju Ho Jin. Ia bisa memahami enam bahasa, termasuk bahasa Inggris, Italia, dan Jepang.
"Saya belajar bahasa selama empat bulan, setiap bahasa gurunya berbeda," kata Kim Seon-ho dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (16/1).
Konferensi pers "Can This Love Be Translated" yang dibintangi Kim Seon-ho dan Go Youn-jung di Jakarta, Jumat (16/1/2026). (ANTARA/Nanien Yuniar)
Di sisi lain, Go Youn-jung berperan sebagai Cha Mu Hee, aktris yang mendadak populer dikenal dunia.
Keduanya berinteraksi dalam sebuah acara. Ju Ho Jin ditugaskan menjadi penerjemah untuk Cha Mu Hee selagi mereka bepergian ke sejumlah negara untuk kebutuhan syuting.
Meski ahli soal bahasa, rupanya Ju Ho Jin masih kesulitan untuk memahami bahasa emosional yang melibatkan asmara serta perasaan tak terduga.
Kesalahpahaman, daya tarik, juga kemistri lintas budaya menciptakan hubungan tak terduga antara aktris dan penerjemahnya.
Selain para pemeran dari Korea Selatan, aktor Jepang Fukushi Sota juga hadir di sini. Ia memerankan aktor Jepang bernama Hiro Kurosawa yang bertemu dengan Cha Mu Hee di acara TV kencan.
Visual drama ini semakin indah karena terdiri dari berbagai lokasi di Korea, Enoshima di Jepang, Kanada, dan Italia. Setiap lokasi punya karakter sendiri yang mewarnai drama. Kesan hangat terasa di Jepang, sementara kecantikan aurora terpancar di Kanada.
Bakal ada juga cameo istimewa sepanjang episode.
Pendekatan para aktor
Butuh waktu cukup panjang bagi Kim Seon-ho untuk bisa tampil meyakinkan sebagai penerjemah multibahasa. Ia berlatih untuk melafalkan banyak bahasa, tentunya dengan intonasi yang tepat, agar tak sekadar terkesan menghapal.
"Semua bahasa sulit, tapi bahasa Jepang sungguh menantang karena porsinya banyak dalam drama ini," ujar aktor yang memiliki lesung pipi itu.
"Bahasa Italia juga sulit," kata dia menambahkan.
Menurut Kim Seon-ho, tokoh yang ia perankan penuh kontradiksi. Ia pandai memahami dan mengekspresikan bahasa asing, tapi sulit untuk mengekspresikan perasaannya sendiri.
Sementara Go Youn-jung mencurahkan fokus untuk bisa menghadirkan karakter aktris yang rumit. Meski populer, kecemasan dan keraguan selalu menghantuinya.
Ia bahagia dengan kesuksesannya, namun khawatir ketenaran yang datang secara instan, juga akan lenyap secepat kilat.
Konferensi pers "Can This Love Be Translated" yang dibintangi Kim Seon-ho dan Go Youn-jung di Jakarta, Jumat (16/1/2026). (ANTARA/Nanien Yuniar)
"Saya fokus dalam menghadirkan perasaan senang tapi juga takut karena menjadi aktris populer dalam waktu singkat," kata Go Youn-jung singkat.
Aktris yang dikenal pemalu dan introvert itu berusaha mengekspresikan sejumlah emosi, termasuk kegembiraan, kecemasan, dan rasa ragu saat bertemu orang baru.
Memahami perasaan
Naskah Can This Love Be Translated ditulis oleh Hong Sisters alias Hong Jung Eun dan Hong Mi. Duo penulis ini sebelumnya dikenal lewat "Sassy Girl Chun-hyang" "Hotel Del Luna" dan "Alchemy of Souls" yang tak kalah tenar di kalangan penikmat drama Korea. Setelah sekian lama membuat kisah dengan tema fantasi, mereka kembali membuat kisah komedi romantis.
Sedangkan bangku sutradara diduduki Yoo Young-eun, yang memuji kemistri dua pemeran utama dengan kepribadian berbeda 180 derajat. Ada yang logis dan tenang, ada yang perasaannya sungguh transparan dan mudah ditebak.
"Mereka punya bahasa berbeda makanya sering ada kesalahpahaman," kata sutradara.
Ia punya fokus yang berbeda saat mengarahkan kedua pemain. Khusus untuk tokoh Ju Ho Jin, ada treatment khusus ketika karakter ini sedang menyendiri.
Kim Seon-ho sendiri banyak berdiskusi dengan sutradara untuk menunjukkan emosi Ju Ho Jin secara implisit, seperti dari tatapan mata, cara bicara, serta gestur.
Sementara untuk Cha Mu Hee, sutradara fokus mengangkat ketulusan di balik karakter yang omongannya berputar-putar, demi melindungi diri agar hatinya tidak terluka.
Menurut sutradara, serial ini adalah komedi romantis di mana para karakter perlahan bisa menerjemahkan bahasa cinta satu sama lain melalui sudut pandang masing-masing.
Sutradara yang dikenal dengan drama "Bloody Heart" (2022) itu juga senang bisa mewujudkan kisah dari Hong Sisters dalam bentuk visual.
Ia optimistis drama ini bisa diterima secara universal, termasuk mereka yang tidak familier dengan drama Korea. Pemilihan latar belakang yang cantik dari beberapa negara diyakini menjadi daya tarik. Pesan inti yang tersirat juga bakal membuat penonton global terpikat.
"Saya harap penonton global bisa merasakan hal yang sama (dengan kami), di tengah perbedaan bahasa, kita bisa merasakan kekecewaan, tapi jika kita berdiri atas nama cinta dan saling memahami, pasti kita bisa melalui semuanya," ujar sutradara.
Ia berjanji ada sejumlah kejutan yang membuat drama ini bukan sekadar komedi romantis biasa.
Konferensi pers "Can This Love Be Translated" yang dibintangi Kim Seon-ho dan Go Youn-jung di Jakarta, Jumat (16/1/2026). (ANTARA/Nanien Yuniar)
Sementara Kim Seon-ho mengatakan drama ini adalah kerja keras terbaik dari para aktor dan seluruh staf.
"Kami membuatnya dalam penuh kebahagiaan, semoga perasaan ini juga tersampaikan kepada penonton," dia tersenyum.
Go Youn-jung menambahkan, "Kalau di Korea, saya biasanya bilang 'semoga drama ini bisa menghangatkan (karena sedang musim dingin). Karena di sini sudah panas, saya harap drama ini bisa jadi angin segar."
Bahasa menjadi tema utama dalam drama ini, dalam kehidupan nyata, bahasa apa yang ingin dikuasai kedua aktor?
Kim Seon-ho menjawab dia ingin jago berbahasa Inggris agar bisa berinteraksi dengan para penggemar dari berbagai negara.
"Saya juga bahasa Inggris...," sambung Go Youn-jung.
Ucapannya terhenti karena Kim Seon-ho memberi kode sambil nyengir jahil.
"Kita sedang di Jakarta lho," Kim Seon-ho mengingatkan.
"Oh, ya saya ingin fasih berbahasa Indonesia," kata Go Youn-jung, disambut tawa kecil Kim Seon-ho.
Keduanya disambut sangat meriah saat mengunjungi instalasi bertema drama tersebut di Kota Kasablanka. Ratusan penggemar sibuk mengabadikan kedua bintang yang tak lupa menyapa ratusan orang di sana.
"Setiap kali ke sini, energinya terasa luar biasa dari penggemar Indonesia," kata Kim Seon-ho yang sebelumnya sempat menggelar jumpa penggemar di Indonesia, dan diamini juga oleh rekan mainnya.
Can This Love Be Translated tayang mulai 16 Januari di Netflix.
Sebelumnya, Kim Seon-ho sudah tenar sebagai suami idaman dalam drama When Life Gives You Tangerines, sementara Go Youn-jung memerankan Oh I-yeong, seorang dokter kandungan yang bekerja demi membayar utang, namun punya keterampilan mumpuni, di serial Resident Playbook.
Dalam drama 12 episode ini, bukan cuma kendala bahasa yang jadi fokus. Penonton diajak untuk bertanya, apakah mungkin benar-benar memahami orang lain, terutama soal cinta?
Di Can This Love Be Translated, Kim Seon-ho menjadi seorang penerjemah multibahasa bernama Ju Ho Jin. Ia bisa memahami enam bahasa, termasuk bahasa Inggris, Italia, dan Jepang.
"Saya belajar bahasa selama empat bulan, setiap bahasa gurunya berbeda," kata Kim Seon-ho dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (16/1).
Konferensi pers "Can This Love Be Translated" yang dibintangi Kim Seon-ho dan Go Youn-jung di Jakarta, Jumat (16/1/2026). (ANTARA/Nanien Yuniar)
Di sisi lain, Go Youn-jung berperan sebagai Cha Mu Hee, aktris yang mendadak populer dikenal dunia.
Keduanya berinteraksi dalam sebuah acara. Ju Ho Jin ditugaskan menjadi penerjemah untuk Cha Mu Hee selagi mereka bepergian ke sejumlah negara untuk kebutuhan syuting.
Meski ahli soal bahasa, rupanya Ju Ho Jin masih kesulitan untuk memahami bahasa emosional yang melibatkan asmara serta perasaan tak terduga.
Kesalahpahaman, daya tarik, juga kemistri lintas budaya menciptakan hubungan tak terduga antara aktris dan penerjemahnya.
Selain para pemeran dari Korea Selatan, aktor Jepang Fukushi Sota juga hadir di sini. Ia memerankan aktor Jepang bernama Hiro Kurosawa yang bertemu dengan Cha Mu Hee di acara TV kencan.
Visual drama ini semakin indah karena terdiri dari berbagai lokasi di Korea, Enoshima di Jepang, Kanada, dan Italia. Setiap lokasi punya karakter sendiri yang mewarnai drama. Kesan hangat terasa di Jepang, sementara kecantikan aurora terpancar di Kanada.
Bakal ada juga cameo istimewa sepanjang episode.
Pendekatan para aktor
Butuh waktu cukup panjang bagi Kim Seon-ho untuk bisa tampil meyakinkan sebagai penerjemah multibahasa. Ia berlatih untuk melafalkan banyak bahasa, tentunya dengan intonasi yang tepat, agar tak sekadar terkesan menghapal.
"Semua bahasa sulit, tapi bahasa Jepang sungguh menantang karena porsinya banyak dalam drama ini," ujar aktor yang memiliki lesung pipi itu.
"Bahasa Italia juga sulit," kata dia menambahkan.
Menurut Kim Seon-ho, tokoh yang ia perankan penuh kontradiksi. Ia pandai memahami dan mengekspresikan bahasa asing, tapi sulit untuk mengekspresikan perasaannya sendiri.
Sementara Go Youn-jung mencurahkan fokus untuk bisa menghadirkan karakter aktris yang rumit. Meski populer, kecemasan dan keraguan selalu menghantuinya.
Ia bahagia dengan kesuksesannya, namun khawatir ketenaran yang datang secara instan, juga akan lenyap secepat kilat.
Konferensi pers "Can This Love Be Translated" yang dibintangi Kim Seon-ho dan Go Youn-jung di Jakarta, Jumat (16/1/2026). (ANTARA/Nanien Yuniar)
"Saya fokus dalam menghadirkan perasaan senang tapi juga takut karena menjadi aktris populer dalam waktu singkat," kata Go Youn-jung singkat.
Aktris yang dikenal pemalu dan introvert itu berusaha mengekspresikan sejumlah emosi, termasuk kegembiraan, kecemasan, dan rasa ragu saat bertemu orang baru.
Memahami perasaan
Naskah Can This Love Be Translated ditulis oleh Hong Sisters alias Hong Jung Eun dan Hong Mi. Duo penulis ini sebelumnya dikenal lewat "Sassy Girl Chun-hyang" "Hotel Del Luna" dan "Alchemy of Souls" yang tak kalah tenar di kalangan penikmat drama Korea. Setelah sekian lama membuat kisah dengan tema fantasi, mereka kembali membuat kisah komedi romantis.
Sedangkan bangku sutradara diduduki Yoo Young-eun, yang memuji kemistri dua pemeran utama dengan kepribadian berbeda 180 derajat. Ada yang logis dan tenang, ada yang perasaannya sungguh transparan dan mudah ditebak.
"Mereka punya bahasa berbeda makanya sering ada kesalahpahaman," kata sutradara.
Ia punya fokus yang berbeda saat mengarahkan kedua pemain. Khusus untuk tokoh Ju Ho Jin, ada treatment khusus ketika karakter ini sedang menyendiri.
Kim Seon-ho sendiri banyak berdiskusi dengan sutradara untuk menunjukkan emosi Ju Ho Jin secara implisit, seperti dari tatapan mata, cara bicara, serta gestur.
Sementara untuk Cha Mu Hee, sutradara fokus mengangkat ketulusan di balik karakter yang omongannya berputar-putar, demi melindungi diri agar hatinya tidak terluka.
Menurut sutradara, serial ini adalah komedi romantis di mana para karakter perlahan bisa menerjemahkan bahasa cinta satu sama lain melalui sudut pandang masing-masing.
Sutradara yang dikenal dengan drama "Bloody Heart" (2022) itu juga senang bisa mewujudkan kisah dari Hong Sisters dalam bentuk visual.
Ia optimistis drama ini bisa diterima secara universal, termasuk mereka yang tidak familier dengan drama Korea. Pemilihan latar belakang yang cantik dari beberapa negara diyakini menjadi daya tarik. Pesan inti yang tersirat juga bakal membuat penonton global terpikat.
"Saya harap penonton global bisa merasakan hal yang sama (dengan kami), di tengah perbedaan bahasa, kita bisa merasakan kekecewaan, tapi jika kita berdiri atas nama cinta dan saling memahami, pasti kita bisa melalui semuanya," ujar sutradara.
Ia berjanji ada sejumlah kejutan yang membuat drama ini bukan sekadar komedi romantis biasa.
Konferensi pers "Can This Love Be Translated" yang dibintangi Kim Seon-ho dan Go Youn-jung di Jakarta, Jumat (16/1/2026). (ANTARA/Nanien Yuniar)
Sementara Kim Seon-ho mengatakan drama ini adalah kerja keras terbaik dari para aktor dan seluruh staf.
"Kami membuatnya dalam penuh kebahagiaan, semoga perasaan ini juga tersampaikan kepada penonton," dia tersenyum.
Go Youn-jung menambahkan, "Kalau di Korea, saya biasanya bilang 'semoga drama ini bisa menghangatkan (karena sedang musim dingin). Karena di sini sudah panas, saya harap drama ini bisa jadi angin segar."
Bahasa menjadi tema utama dalam drama ini, dalam kehidupan nyata, bahasa apa yang ingin dikuasai kedua aktor?
Kim Seon-ho menjawab dia ingin jago berbahasa Inggris agar bisa berinteraksi dengan para penggemar dari berbagai negara.
"Saya juga bahasa Inggris...," sambung Go Youn-jung.
Ucapannya terhenti karena Kim Seon-ho memberi kode sambil nyengir jahil.
"Kita sedang di Jakarta lho," Kim Seon-ho mengingatkan.
"Oh, ya saya ingin fasih berbahasa Indonesia," kata Go Youn-jung, disambut tawa kecil Kim Seon-ho.
Keduanya disambut sangat meriah saat mengunjungi instalasi bertema drama tersebut di Kota Kasablanka. Ratusan penggemar sibuk mengabadikan kedua bintang yang tak lupa menyapa ratusan orang di sana.
"Setiap kali ke sini, energinya terasa luar biasa dari penggemar Indonesia," kata Kim Seon-ho yang sebelumnya sempat menggelar jumpa penggemar di Indonesia, dan diamini juga oleh rekan mainnya.
Can This Love Be Translated tayang mulai 16 Januari di Netflix.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474586/original/046955000_1768490504-1000104016.jpg)