Pengguna KRL Keberatan dengan Rencana Penutupan Pintu Selatan Stasiun Bekasi

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Sejumlah pengguna Commuter Line mengaku keberatan dengan rencana penutupan pintu selatan Stasiun Bekasi yang sebelumnya sempat diwacanakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi pada November 2025.

Pengguna KRL, Ishal Muhamad (24), menilai penutupan pintu selatan bukan solusi tepat untuk menata lalu lintas maupun mengurai kemacetan di sekitar area stasiun.

“Kayaknya kalau misalnya ditutup bagian selatannya, nanti tetap pada parkir di selatan. Soalnya kan terbatas parkiran di dalam stasiun,” ujar Ishal saat ditemui Kompas.com, Jumat (16/1/2026).

Baca juga: Wanita Tukar Kartu Tap JakLingko Penumpang, Ngaku untuk Beli Susu Anak

Menurut Ishal, rencana tersebut justru berpotensi menyulitkan pengguna, terutama bagi mereka yang memarkir kendaraan di area selatan stasiun.

“Karena juga kan jauh ya, kalau misalnya kita parkir di selatan tapi pintunya ditutup. Jalannya jadi cukup jauh juga,” ucapnya.

Ia berharap pemerintah daerah bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dapat menghadirkan solusi konkret terkait persoalan parkir yang sudah lama terjadi di Stasiun Bekasi.

“Kalau bisa sih dibuat lebih safety, lebih aman. Pihak KAI-nya nyediain lahan parkir, terus biayanya jangan terlalu mahal. Lahan parkirnya juga diluasin lagi, biar saya enggak parkir di luar,” katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan pengguna KRL lainnya, Antonio (33). Ia mengaku tidak setuju jika pintu selatan stasiun ditutup, mengingat masih banyak kendaraan yang memanfaatkan akses tersebut.

“Karena masih banyak motor yang parkir di situ, ya lebih baik jangan ditutup. Kalau nanti ditutup, keluarnya mutarnya jauh. Yang jemput juga kasihan, nanti mesti ke Jalan Perjuangan,” ujarnya.

Baca juga: Cara Penjaga Parkir Stasiun Klender Tata Motor Pelanggan: Sesuai Jam Pulang

Antonio menilai kemacetan di sekitar Stasiun Bekasi saat ini sudah terjadi hampir setiap hari, tetapi belum disertai solusi jangka panjang.

“Sekarang saja sudah macet. Kecuali kalau misalnya sudah dibangun underpass atau flyover di situ, itu masih win-win solution,” katanya.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta akan menutup akses keluar-masuk pintu selatan Stasiun Bekasi pada 28 November 2025.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penataan arus lalu lintas yang kerap padat di sekitar kawasan stasiun.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menjelaskan bahwa penutupan akses dari Jalan Ir H Juanda akan mulai diuji coba tepat pukul 00.01 WIB di tanggal tersebut.

“Mulai 28 November 2025, pintu akses Stasiun Bekasi melalui Jalan Ir H Juanda resmi ditutup,” dilansir dari Antara (20/11/2025).

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bukan Sekadar Juara Super League: Alasan Persib Bandung Mati-matian Datangkan Pemain Naturalisasi Demi Tembus Empat Besar ACL 2
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Harga Pangan Jumat (16/1): Beras-Daging Ayam Turun, Telur Naik
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Kim Gordon eks Sonic Youth Umumkan Album Baru, Tulis Lirik Pakai Kata Terlarang Era Trump
• 17 jam laluinsertlive.com
thumb
Polda Metro Benarkan Dua Tersangka Ijazah Palsu Jokowi Mohon Restorative Justice
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Inovasi STV di Bintan Tingkatkan Layanan Identitas Warga Pulau
• 1 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.