NASA terus mematangkan persiapan untuk misi Artemis II, misi uji berawak pertama dalam program Artemis yang menandai kembalinya manusia ke Bulan. Misi ini menjadi penerbangan berawak pertama NASA ke luar orbit Bumi dalam lebih dari 50 tahun, sekaligus tonggak penting menuju kehadiran manusia yang berkelanjutan di Bulan dan persiapan misi ke Mars.
Seiring mendekati jadwal peluncuran, NASA bersiap memindahkan roket Space Launch System (SLS) dan wahana Orion ke landasan peluncuran Launch Pad 39B di Kennedy Space Center, Florida. Pemindahan ini menandai dimulainya fase akhir integrasi sistem, pengujian menyeluruh, serta simulasi peluncuran.
Perjalanan sejauh sekitar empat mil dari Vehicle Assembly Building menuju landasan peluncuran akan dilakukan menggunakan crawler-transporter, dengan durasi hingga 12 jam. Meski ditargetkan berlangsung pada pertengahan Januari, jadwal ini tetap fleksibel dan dapat berubah menyesuaikan kesiapan teknis serta kondisi cuaca.
Baca juga : Setelah 50 Tahun, Manusia Kembali Menuju Bulan: NASA Buka Jendela Peluncuran Artemis II
Keselamatan Awak Jadi Prioritas UtamaNASA menegaskan bahwa keselamatan awak menjadi fokus utama dalam setiap tahapan misi Artemis II. Sejumlah pelajaran dari misi Artemis I telah diterapkan dalam prosedur hitung mundur dan pengujian kali ini. Namun demikian, badan antariksa tersebut siap menghentikan proses kapan pun apabila ditemukan kendala teknis.
Dalam beberapa pekan terakhir, tim teknis telah menyelesaikan berbagai perbaikan, mulai dari penggantian kabel pada sistem penghentian penerbangan, perbaikan katup pada sistem penekanan palka Orion, hingga penanganan kebocoran perangkat pendukung darat untuk suplai oksigen. Para insinyur juga memberi perhatian khusus pada proses pengisian bahan bakar hidrogen cair dan oksigen cair, yang sebelumnya sempat menjadi tantangan.
Uji Kritis: Wet Dress RehearsalSalah satu tahapan paling penting sebelum peluncuran adalah wet dress rehearsal, yaitu simulasi peluncuran dengan mengisi roket menggunakan lebih dari 700 ribu galon bahan bakar kriogenik. Dalam uji ini, tim akan menjalankan hitung mundur peluncuran secara penuh dan melatih prosedur pengamanan tanpa kehadiran astronaut.
Baca juga : Salah Satu Gunung Es Terbesar di Dunia Diprediksi akan Mencair Kurang dari 40 Tahun
Uji ini juga digunakan untuk memastikan prosedur baru yang membatasi penumpukan nitrogen gas di sekitar modul awak Orion berjalan efektif. Jika diperlukan, NASA dapat melakukan uji tambahan atau bahkan memindahkan kembali roket dan wahana ke gedung perakitan untuk pekerjaan lanjutan.
Evaluasi Menyeluruh Sebelum Penentuan Tanggal PeluncuranSetelah wet dress rehearsal berhasil, NASA akan menggelar flight readiness review, yakni evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan wahana, infrastruktur, serta tim peluncuran, penerbangan, dan pemulihan. Dari hasil evaluasi inilah NASA akan menentukan tanggal peluncuran Artemis II.
Meski jendela peluncuran dibuka paling awal pada awal Februari, penetapan tanggal tetap bergantung pada kesiapan sistem secara menyeluruh. Faktor mekanika orbit menjadi pertimbangan utama, termasuk rotasi Bumi, pergerakan Bulan, ketersediaan energi surya, serta profil masuk kembali ke atmosfer Bumi.
Pola jendela peluncuran ini menghasilkan sekitar satu minggu peluang peluncuran, diikuti beberapa minggu tanpa peluang. Selain itu, kondisi cuaca, kesiapan logistik, dan jadwal penggunaan wilayah peluncuran juga turut memengaruhi keputusan akhir.
Misi Uji Berawak Menuju BulanMisi Artemis II akan membawa empat astronaut, yakni Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch dari NASA, serta Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada. Dalam misi uji berdurasi sekitar 10 hari ini, Orion akan diluncurkan ke orbit tinggi Bumi sebelum melakukan manuver menuju Bulan dan melintas di sekitarnya, lalu kembali ke Bumi menggunakan lintasan free return yang memanfaatkan gravitasi Bulan. Misi ini menjadi langkah awal sebelum misi pendaratan manusia ke permukaan Bulan pada tahap berikutnya dalam program Artemis.
Sebagai bagian dari era baru inovasi dan eksplorasi, Artemis II bukan sekadar misi uji, melainkan fondasi bagi kembalinya astronaut Amerika ke Bulan secara berkelanjutan. Keberhasilan misi ini akan membuka jalan bagi eksplorasi lebih jauh, termasuk ambisi NASA untuk mengirim manusia pertama ke Mars.
NASA menegaskan akan terus belajar di setiap tahapan, baik di darat maupun di luar angkasa, dan membiarkan kesiapan serta kinerja sistem menjadi penentu utama kapan misi Artemis II siap diluncurkan.
Sumber: NASA





