Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah tengah mengakselerasi pemulihan permanen pada ruas jalan nasional Padang–Bukittinggi via Padang Panjang atau kawasan Lembah Anai yang terdampak bencana longsor. Langkah ini diambil guna memulihkan urat nadi logistik dan mobilitas masyarakat di Sumatra Barat.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan aspek keamanan bagi pengguna jalan sekaligus mengembalikan fungsi konektivitas wilayah tersebut.
“Kementerian PU berkomitmen melakukan penanganan secara cepat dan terkoordinasi agar konektivitas Padang–Bukittinggi dapat segera pulih dan masyarakat tetap memiliki akses yang aman,” ujar Dody dalam keterangan resmi, Jumat (16/1/2026).
Adapun hingga saat ini, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat telah memulai konstruksi permanen dengan melakukan pekerjaan bore pile pada titik-titik rawan.
Penanganan difokuskan pada pembersihan material longsor, stabilisasi lereng, serta pengamanan badan jalan guna mencegah terjadinya kejadian susulan yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Sebelumnya, jalur utama ini hanya bisa dilalui secara terbatas bagi kendaraan roda empat pada pukul 17.00 hingga 08.00 WIB sejak 16 Desember 2025.
Baca Juga
- Longsor Tutup Jalan Akses Telaga Sarangan, Akses Wisata Lumpuh
- Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Pendataan Rumah Rusak Dibuka hingga 15 Januari 2026
- Enam Daerah di Sulsel Potensi Hujan Lebat pada 8-10 Januari, Waspadai Banjir dan Longsor
Mengingat vitalnya ruas Sicincin–Padang Panjang bagi perekonomian regional, pemerintah terus memacu pengerjaan fisik agar akses tersebut dapat dibuka kembali secara penuh pada saat arus mudik dan balik Lebaran 2026 mendatang.
Adapun, dalam upaya mempercepat pengerjaan di lapangan, Kementerian PU mempertimbangkan dukungan teknis dari PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI).
Terkait aspek finansial, kementerian belum memerinci total alokasi dana yang dibutuhkan untuk pengerjaan permanen ini. Estimasi kebutuhan anggaran penanganan baru akan disampaikan secara resmi setelah hasil kajian teknis komprehensif selesai dilakukan oleh tim lapangan.
Selama proses pengerjaan konstruksi berlangsung, Kementerian PU mengarahkan pengguna jalan untuk memanfaatkan jalur alternatif Padang–Bukittinggi melalui Solok, dengan melintasi kawasan Sitinjau Lauik dan Danau Singkarak.
"Kementerian PU mengharapkan pengguna jalan untuk dapat memanfaatkan jalur alternatif Padang - Bukittinggi melalui Solok, melewati kawasan Sitinjau Lauik dan Danau Singkarak. Jalur ini dapat dilalui meskipun memerlukan waktu tempuh yang lebih panjang," pungkas Dody.





