REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memiliki kulit wajah yang sehat, cerah, dan tampak segar menjadi dambaan banyak orang. Tak heran, tren perawatan kecantikan medis terus berkembang, salah satunya melalui metode akupunktur estetika wajah.
Meski teknik akupunktur sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu, kini pendekatannya telah terintegrasi secara medis untuk memberikan hasil yang optimal bagi kesehatan kulit. Dokter spesialis akupunktur medik dari RS Sari Asih Bintaro, Tangerang Selatan, dr Prinsa Raudha Anca, Sp.Ak, mengatakan akupunktur estetika wajah bukanlah sekadar prosedur kecantikan biasa.
Baca Juga
Cara Membersihkan Wajah Agar Kulit Bersih dan Skincare Meresap Maksimal
Bukan Tebak-tebakan, AI Bakal Jadi 'Konsultan' Skincare Pribadimu pada 2026
Dokter Bagikan Lima Resolusi Skincare untuk Kulit Sehat dan Glowing
Menurutnya, ini adalah sebuah pendekatan medis yang bertujuan untuk memperbaiki kondisi kulit dari dalam. "Wajah terlihat lebih rileks dan sehat setelah terapi. Hal penting lainnya adalah keamanan tinggi, karena dilakukan oleh dokter dengan teknik steril dan terstandar," kata Prinsa Raudha Anca di Tangerang, Jumat (16/1/2026).
Manfaat lain dari akupuntur wajah adalah mendukung produksi kolagen alami dan mengurangi ketegangan otot wajah. Lalu, akupuntur wajah juga bisa meningkatkan mikrosirkulasi darah di jaringan wajah dan merangsang respons neurovaskular.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Insya Allah akupunktur aman dilakukan pada semua jenis kulit selama dilakukan oleh tenaga medis yang berkompeten,” kata Prinsa.
Ia mengatakan jika prosedur akupunktur medik relatif sederhana dan tidak memerlukan persiapan khusus. Untuk akupunktur wajah, disarankan tidak menggunakan makeup tebal serta tanpa downtime, sehingga pasien dapat langsung kembali beraktivitas seperti biasa setelah terapi.
"Akupunktur medik kini menjadi pilihan medis modern yang aman dan terukur. Berbeda dari akupunktur tradisional umum, layanan ini merupakan tindakan kedokteran yang dilakukan oleh dokter spesialis, dengan pendekatan ilmiah dan indikasi medis yang jelas," ujarnya.
Akupunktur berasal dari pengobatan tradisional China yang mengenal konsep keseimbangan energi tubuh. Namun, dalam praktik kedokteran modern, akupunktur dipahami sebagai metode neuromodulasi. Penusukan jarum pada titik tertentu terbukti secara ilmiah dapat merangsang sistem saraf perifer dan pusat, meningkatkan pelepasan endorfin dan neurotransmitter, membantu regulasi sistem saraf otonom dan memperbaiki aliran darah mikro (mikrosirkulasi).