Rizki Juniansyah Pindah ke TNI AD, Pengamat Sebut Sejak Operasi Trikora Sudah Ada

kompas.com
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik dan pertahanan keamanan Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting menilai perpindahan matra dalam tubuh TNI bukanlah hal baru.

Menurut dia, praktik tersebut sudah terjadi sejak awal pembentukan dan pengembangan kekuatan TNI, jauh sebelum perpindahan matra yang melibatkan atlet angkat besi nasional Rizki Juniansyah.

"Tidak benar kasus pindah matra di TNI, baru terjadi kali ini, ketika Rizki Juniansyah pindah dari Matra Laut ke Matra Darat," kata Selamat Ginting kepada Kompas.com, Jumat (16/1/2026).

Selamat mencontohkan, pada masa persiapan Operasi Trikora Pembebasan Irian Barat pada 1961-1962, perpindahan matra sudah dilakukan demi kepentingan organisasi dan operasi militer.

Baca juga: Lifter Rizki Juniansyah Naik Pangkat dan Pindah Matra dari AL ke AD, Apa Alasannya?

Saat itu, dua perwira Korps Zeni Angkatan Darat dipindahkan ke matra laut untuk memperkuat Korps Komando Operasi (KKO) TNI Angkatan Laut, yang kini dikenal sebagai Korps Marinir.

"Peristiwa itu terjadi ketika TNI AL akan membentuk Batalyon Zeni KKO. Oleh karena itu pimpinan TNI AL meminta kepada pimpinan TNI AD, agar perwira pertama Korps Zeni Angkatan Darat 'membidani' kelahiran Yonzi (Batalyon Zeni) KKO AL," jelasnya.

Ia menyebutkan, dua perwira yang dipindahkan tersebut merupakan lulusan Akademi Zeni Angkatan Darat (AZIAD) di Bandung, yang kemudian berubah nama menjadi Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD).

Keduanya adalah Lettu CZI TGM Harahap, lulusan AZIAD 1956, dan Letda CZI Sujono, lulusan AZIAD 1959. Sujono satu angkatan dengan Letda CZI Try Sutrisno, yang kelak menjabat Wakil Presiden RI.

Baca juga: Perjalanan Rizki Juniansyah, Raih Emas SEA Games, Naik Pangkat Jadi Kapten, dan Pindah ke AL

Selain perpindahan matra, Selamat juga menegaskan bahwa perpindahan korps di lingkungan TNI bukan hal yang luar biasa.

Ia mengatakan, banyak perwira dari Korps Zeni, Korps Komunikasi Elektronika (Komlek), maupun Korps Peralatan yang berpindah ke Korps Infanteri.

"Terutama setelah mereka lulus pendidikan komando Kopassus," ujarnya.

Sebaliknya, ada pula perwira Korps Infanteri yang berpindah ke satuan bantuan administrasi, seperti Korps Ajudan Jenderal.

Perpindahan tersebut umumnya dilakukan karena kondisi fisik yang tidak lagi memungkinkan untuk bertugas di satuan tempur.

"Karena kondisi fisik cacat atau cedera akibat pertempuran maupun kecelakaan," tutur Selamat.

Baca juga: Tak Hanya Naik Pangkat jadi Kapten, Lifter Rizki Juniansyah Pindah Matra ke TNI AD dari AL

Pernyataan Selamat Ginting ini disampaikan di tengah sorotan publik terhadap keputusan Panglima TNI yang memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada Rizki Juniansyah, atlet angkat besi nasional yang juga perwira TNI.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Rizki menerima kenaikan pangkat dua tingkat sekaligus, dari Letnan Dua menjadi Kapten, serta dipindahkan dari matra TNI Angkatan Laut ke TNI Angkatan Darat, setelah meraih medali emas dan memecahkan rekor dunia pada SEA Games 2025 Thailand.

Kenaikan pangkat tersebut diumumkan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto saat penyerahan bonus atlet SEA Games di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Keputusan itu sempat menuai perbincangan publik karena dinilai tidak lazim, meski tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku di lingkungan TNI.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Daftar Nama-Nama Negara Dunia yang Diperbarui Sesuai Ejaan KBBI, Thailand jadi Tailan
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Rajawali Medan Kalahkan Satya Wacana 76-60, Cetak Kemenangan Kedua Beruntun di IBL 2026
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Rully Anggi Akbar Cerita soal Masalah Bisnis ke Boiyen Sebelum Menikah
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
96 WNI dari Arab Saudi Mendadak Dipulangkan, Ada Apa?
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
BPOM Minta Penarikan Susu Formula S-26 Diduga Tercemar Toksin, Ini Kata Warga | SAPA SIANG
• 19 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.