WEF Sebut Perang Dagang Jadi Ancaman Utama bagi Ekonomi Global pada 2026

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Perang dagang dan dampak negatif kecerdasan buatan (AI) termasuk di antara ancaman paling serius yang dihadapi bisnis global dalam beberapa tahun mendatang.

WEF Sebut Perang Dagang Jadi Ancaman Utama bagi Ekonomi Global pada 2026. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Perang dagang dan dampak negatif kecerdasan buatan (AI) termasuk di antara ancaman paling serius yang dihadapi bisnis global dalam beberapa tahun mendatang.

Dilansir dari Quartz pada Jumat (16/1/2026), hal itu disampaikan para ahli yang disurvei menjelang Forum Davos minggu depan.

Baca Juga:
OJK Pastikan Stabilitas Keuangan Nasional Terjaga di Tengah Perlambatan Ekonomi Global

Sekitar 1.300 pemimpin bisnis, akademisi, dan pemimpin masyarakat sipil yang disurvei oleh Forum Ekonomi Dunia (WEF) memilih konfrontasi geoekonomi sebagai kekhawatiran terbesar mereka selama dua tahun ke depan. 

Ini akan menjadi pertama kalinya para pemimpin bisnis dunia berkumpul di Davos sejak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melancarkan serangkaian tarif pada 2025.

Baca Juga:
Survei Deloitte: CEO ASEAN Pede dengan Prospek Perusahaan, Pesimistis Lihat Ekonomi Global

Perang dagang disebutkan oleh 18 persen responden, sementara konflik bersenjata antara negara berada di posis kedua dengan 14 persen.

Survei dilakukan antara 12 Agustus dan 22 September, sebelum serangan Trump terhadap Venezuela dan ancaman barunya untuk mengambil alih Greenland.

Baca Juga:
OJK Sebut Ekonomi Global Stabil Menuju Akhir 2025

Setengah dari responden survei mengatakan mereka memperkirakan akan terjadi gejolak dalam dua tahun ke depan. Hanya satu persen yang mengatakan mereka memperkirakan ketenangan selama periode yang sama. 

Kekhawatiran tentang penurunan ekonomi, inflasi, dan pecahnya gelembung aset semuanya meningkat dibandingkan dengan laporan tahun lalu.

“Kita menyaksikan gejolak yang disebabkan oleh perang kinetik, penggunaan senjata ekonomi untuk keuntungan strategis, dan fragmentasi yang semakin meningkat,” kata Direktur Pelaksana WEF Saadia Zahidi. 

Risiko yang terkait dengan AI juga semakin dipantau banyak orang. Para ahli memperingatkan bahwa teknologi tersebut dapat menciptakan gangguan ekonomi dan sosial yang serius jika dibiarkan tanpa pengawasan.  

Laporan tersebut menambahkan bahwa laju perkembangan AI dapat melampaui regulasi dan pengawasan, meningkatkan risiko guncangan ekonomi dan konsekuensi yang tidak diinginkan. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Putri Guntur Soekarno Sebut Masyarakat Jepang Mengadopsi Filosofi Pancasila
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Bank Jateng Dukung Pembayaran Parkir Lewat QRIS di Purworejo
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Arus Penumpang KA Melonjak, KAI Daop 1 Catat 30 Ribu Keberangkatan dari Jakarta
• 15 jam lalueranasional.com
thumb
Pejabat PBNU Aizzudin Diduga Terima Uang dari Biro Travel Haji, KPK Hitung Nominalnya
• 14 jam lalugenpi.co
thumb
Aksi Curi Rel di Jatinegara Terbongkar, Tujuh Remaja Kabur Tinggalkan Barang Bukti Usai Terpegok!
• 22 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.