Aceh Utara: Kementerian Pertanian (Kementan) mulai melakukan penanaman perdana padi, di lahan persawahan Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Langkah ini dilakukan pascabencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah pada akhir November 2025.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, rehabilitasi lahan persawahan yang rusak akan dilakukan secara bertahap. Dimulai dari lahan dengan kerusakan ringan.
Usai penanaman padi, Amran bersama rombongan juga melepas pendistribusian sejumlah bantuan pertanian dan logistik, kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh. Dia memastikan seluruh bantuan yang telah dijanjikan kepada pemerintah daerah akan direalisasikan sesuai tahapan.
"Traktor sudah ada di sini. Ini juga bantuan pupuk," kata Amran, dalam program Prioritas Indonesia Metro TV, Jumat, 16 Januari 2026.
?
Baca Juga :
Kementan Segera Merehabilitasi 100 Ribu Hektare Sawah dan Perkebunan di Lokasi BencanaPada kesempatan itu, Amran meninjau langsung kondisi lahan persawahan yang masih dipenuhi lumpur dan sedimen sisa bencana banjir di Aceh Utara. Amran juga berdialog dengan para petani setempat, serta mencoba penggunaan peralatan pertanian modern menggunakan drone.
Dia menyarankan agar petani meninggikan parit sawah, sehingga aliran air dapat masuk dan keluar dengan lebih mudah.
?
Total kerusakan lahan sawah akibat bencana alam di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, mencapai lebih dari 98 ribu hektare. Dari jumlah tersebut, Aceh mengalami dampak terluas, yaitu 54.233 hhektare, yang tersebar di 21 kabupaten/kota.
Disusul Sumatra Utara seluas 37.318 hektare, di 15 kabupaten/kota. Sementara Sumatra Barat mengalami kerusakan seluas 6.451 hektare di 14 kabupaten/kota.



