VIVA – Kembalinya Michael Carrick ke Old Trafford sebagai pelatih interim Manchester United langsung memicu perdebatan. Bukan hanya soal kapasitas teknis, keputusan klub itu juga mengundang komentar tajam dari Roy Keane, sosok yang dikenal vokal dalam menilai arah kebijakan Setan Merah.
Dalam perbincangan di podcast Stick to Football, mantan kapten United itu melontarkan sindiran yang menyentuh ranah personal, sekaligus mempertanyakan komposisi staf kepelatihan yang mendampingi Carrick hingga akhir musim.
Michael Carrick resmi ditunjuk sebagai manajer interim Manchester United hingga musim berakhir, menyusul pemecatan Ruben Amorim pada awal bulan ini. Penunjukan tersebut diumumkan klub pada Rabu, sekaligus menandai periode kedua Carrick memimpin tim utama setelah pengalaman singkatnya pada 2021.
Kepulangan pria berusia 44 tahun itu terjadi setelah rangkaian pembicaraan dengan manajemen senior klub. Namun, keputusan tersebut langsung menjadi topik utama diskusi publik, termasuk di kalangan mantan pemain United.
Roy Keane, yang hadir dalam podcast Stick to Football, menilai prospek Carrick dengan nada skeptis. Saat membahas potensi pengaruh Carrick terhadap skuad, Keane melontarkan komentar yang menghidupkan kembali ketegangan lama dengan istri Carrick, Lisa.
“Istrinya selalu bisa ikut campur jika Carrick tidak bermain bagus, karena dia terkadang agak banyak bicara. Bisa jadi dia yang memberi arahan kepada tim,” ucap Keane dalam diskusi tersebut, dikutip dari Manchester Evening News Jumat, 16 Januari 2026.
Komentar itu mengingatkan publik pada insiden lama pada 2014. Saat itu, Lisa Carrick sempat bereaksi keras terhadap kritik Keane menyusul kekalahan Manchester United 0-2 dari Olympiacos di Liga Champions. Melalui media sosial, ia menyebut Keane “mengatakan apa saja untuk memancing reaksi.”
Cuitan tersebut kemudian dihapus, dan Lisa menyampaikan permintaan maaf, mengakui bahwa emosinya sempat memuncak.
Tak berhenti di situ, Keane juga menyoroti susunan staf pelatih yang akan bekerja bersama Carrick. Steve Holland, mantan asisten pelatih timnas Inggris, ditunjuk sebagai wakil. Sementara itu, Jonny Evans, Jonathan Woodgate, dan Travis Binnion melengkapi struktur kepelatihan.
Keane mempertanyakan proses pengangkatan sejumlah nama tersebut, terutama kembalinya Jonny Evans ke lingkungan tim utama. Ia menyinggung fakta bahwa Evans sebelumnya meninggalkan peran sebagai manajer pemain pinjaman sebelum kembali dengan posisi yang lebih tinggi.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357629/original/060429800_1758535011-IWS_6688.jpg)