VIVA – Nasi masih menjadi makanan pokok bagi jutaan orang di dunia, termasuk di Indonesia. Namun, seiring meningkatnya kesadaran akan kesehatan, terutama terkait gula darah dan asupan karbohidrat, muncul berbagai cara untuk membuat nasi terasa “lebih aman” dikonsumsi.
Salah satunya yakni kebiasaan mendinginkan atau membekukan nasi setelah dimasak, lalu memanaskannya kembali sebelum disantap. Scroll untuk info lebih lanjut...
Sekilas, cara ini terdengar seperti sekadar trik dapur viral. Namun, para ahli menegaskan bahwa ada proses ilmiah nyata yang terjadi pada struktur pati nasi ketika mengalami siklus dimasak, didinginkan, lalu dipanaskan kembali. Proses inilah yang membuat nasi berpotensi memiliki dampak lebih ringan terhadap lonjakan gula darah.
Perubahan Pati pada Nasi yang Didinginkan
- Freepik.com//Freepik
Saat nasi dimasak, pati di dalamnya akan mengalami gelatinisasi, sehingga mudah dicerna tubuh dan cepat meningkatkan kadar gula darah. Namun, ketika nasi tersebut didinginkan atau dibekukan, sebagian pati akan berubah bentuk menjadi pati resisten.
Melansir dari Hindustan Times, Jumat, 16 Januari 2026, pati resisten bekerja menyerupai serat. Artinya, pati ini tidak sepenuhnya dicerna di usus halus dan tidak langsung diubah menjadi glukosa. Akibatnya, pelepasan gula ke dalam aliran darah terjadi lebih lambat dibanding nasi yang baru matang.
Ahli gizi Rashi Chahal menjelaskan bahwa total karbohidrat pada nasi tidak hilang, tetapi jenis patinya berubah. Dengan kata lain, nasi tidak menjadi rendah kalori, namun dampaknya terhadap metabolisme glukosa bisa sedikit lebih terkendali.
Dokter spesialis endokrinologi, Dr Manoj Agarwal, menyebut bahwa nasi yang didinginkan lalu dipanaskan kembali memang dapat membantu menurunkan lonjakan gula darah setelah makan, meski efeknya tidak drastis. Berdasarkan sejumlah studi, penurunan lonjakan gula darah berada di kisaran 10 hingga 20 persen.
Efek ini dinilai cukup bermanfaat bagi penderita diabetes atau resistensi insulin, tetapi tidak bisa dianggap sebagai solusi utama. Pendinginan nasi hanyalah strategi tambahan yang membantu memperlambat penyerapan glukosa, bukan pengganti pengobatan, pola makan seimbang, atau aktivitas fisik.
Apakah Nasi Jadi Lebih “Sehat”?



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5426390/original/027162700_1764303880-IMG_4185.jpeg)
