Xabi Alonso Gak Kuat, Zinedine Zidane Bongkar Kunci Bertahan di Real Madrid

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Pergantian pelatih kembali membuka fase krusial di Real Madrid. Setelah berpisah dengan Xabi Alonso, klub bergerak cepat menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih sementara. Di tengah situasi transisi itu, sosok yang pernah merasakan tekanan tertinggi di Santiago Bernabeu, Zinedine Zidane.

Kursi pelatih Real Madrid resmi ditinggalkan Xabi Alonso setelah kedua pihak sepakat berpisah pada awal pekan ini. Alonso mengakhiri masa jabatannya yang hanya berlangsung sekitar tujuh bulan, periode yang dinilai terlalu singkat untuk membangun stabilitas di ruang ganti bertabur bintang.

Baca Juga :
3 Pelatih Top Incaran Florentino Perez usai Xabi Alonso Tinggalkan Real Madrid
4 Raksasa Liga Inggris Berebut Tanda Tangan Xabi Alonso usai Tinggalkan Real Madrid

Sebagai pengganti sementara, manajemen menunjuk Alvaro Arbeloa. Mantan bek Real Madrid yang sebelumnya menangani Real Castilla itu hanya akan mengisi posisi pelatih kepala hingga musim 2025–2026 berakhir. Penunjukan ini menegaskan bahwa Madrid masih membuka opsi lain untuk jangka panjang.

Alvaro Arbeloa
Photo :
  • Real Madrid

Kepergian Alonso menjadi sorotan tersendiri. Ia datang dengan reputasi menjanjikan setelah sukses bersama Bayer Leverkusen, namun ekspektasi tinggi di Bernabeu terbukti sulit dipenuhi. Tekanan, reputasi klub, serta tuntutan hasil instan kembali menjadi tantangan yang memakan korban.

Situasi tersebut mendorong Real Madrid untuk kembali mencari figur yang dinilai paling tepat sebagai suksesor Alonso. Di tengah pencarian itu, Zidane menyampaikan pandangannya mengenai apa yang dibutuhkan seorang pelatih untuk bertahan dan sukses di Madrid.

Zidane bukan sosok sembarangan. Ia dua kali menukangi Real Madrid dan mempersembahkan tiga gelar Liga Champions serta dua trofi Liga Spanyol. Dalam pandangannya, kunci utama bukan semata taktik, melainkan hubungan pelatih dengan pemain.

“Di Real Madrid, kami sepenuhnya siap membantu para pemain,” ujar Zidane, dikutip dari Tuttomercatoweb. Menurutnya, keberadaan pelatih harus benar-benar terasa di ruang ganti, bukan hanya sebagai pengambil keputusan teknis.

“Bagi saya, inilah yang menciptakan tim yang kuat: selalu ada untuk para pemain,” lanjutnya. Zidane menegaskan, tanpa pemahaman tersebut, seorang pelatih tidak akan bertahan lama di profesinya, terlebih di klub dengan tekanan setinggi Real Madrid.

Ia juga menyoroti pentingnya rasa saling menghormati. Zidane menilai, penerimaan pemain terhadap ide-ide pelatih sangat bergantung pada hubungan personal dan kepercayaan di ruang ganti.

Baca Juga :
Pelatih Real Madrid Bicara Jujur Usai Dipermalukan Klub Kasta Kedua Albacete: Ini Menyakitkan!
Real Madrid Dipermalukan! Albacete Singkirkan Los Blancos di Menit Akhir, Skor 2-3
Terpopuler: Federasi Sepakbola Malaysia Dibubarkan FIFA, Timnas Indonesia Vs Bulgaria, Pengakuan Jujur Xabi Alonso

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sutradara Yoo Young-eun Beberkan Detail Mendalam di Serial Can This Love be Translated?
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Gates Foundation Akan Sumbang Rp150 Triliun Sepanjang 2026
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Pulihkan Lingkungan, GAN Luncurkan Penghijauan Nasional dari Wonosobo
• 21 jam lalueranasional.com
thumb
HBO Max Manajakan Penonton dengan Film Blockbuster dan K-Drama Eksklusif, Cek Daftarnya
• 3 jam lalumerahputih.com
thumb
BNNK Pasaman Barat Perkuat Pengawasan Perbatasan Antisipasi Narkoba 2026
• 13 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.