Trump Ucapkan Terima Kasih ke Iran Tak Ada Demonstran yang Dieksekusi Mati

detik.com
17 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengucapkan terima kasih kepada Iran lantaran tidak ada demonstran yang dieksekusi mati. Dia mengatakan Taheran membatalkan eksekusi mati terhadap ratusan demonstran yang ditangkap dalam penindakan brutal.

"Saya sangat menghargai fakta bahwa semua eksekusi gantung yang dijadwalkan, yang seharusnya berlangsung kemarin (lebih dari 800 orang), telah dibatalkan oleh kepemimpinan Iran. Terima kasih!," tulis Trump di jejaring sosial Truth Social miliknya dilansir AFP, Jumat (17/1/2026).

Baca juga: Bujukan Saudi Cs hingga Israel Agar Trump Tak Serang Iran


Sebelumnya, otoritas kehakiman Iran sempat mengisyaratkan akan ada persidangan cepat dan eksekusi mati bagi orang-orang yang ditahan terkait unjuk rasa besar-besaran yang berlangsung di berbagai wilayah. Hal ini mengabaikan peringatan yang disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Isyarat tersebut, seperti dilansir Associated Press, Rabu (14/1/2026), disampaikan oleh kepala otoritas kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni-Ejei, dalam pernyataan via video yang dibagikan secara online oleh televisi pemerintah Iran.

"Jika kita ingin melakukan suatu pekerjaan, kita harus melakukannya sekarang. Jika kita ingin melakukan sesuatu, kita harus melakukannya dengan cepat," cetus Mohseni-Ejei dalam pernyataannya.

Dia menambahkan, "Jika terlambat, dua bulan, tiga bulan kemudian, itu tidak akan memiliki efek yang sama. Jika kita ingin melakukan sesuatu, kita harus melakukannya dengan cepat."

Baca juga: Selandia Baru Tutup Kedutaan di Iran dan Pulangkan Diplomat

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kemudian memastikan tidak akan ada pendemo yang dihukum gantung hari ini atau besok. Araghchi memastikan tidak ada eksekusi mati.

Hal tersebut disampaikan Araghchi saat wawancara dengan stasiun televisi AS Fox News. Araghchi menegaskan bahwa 10 hari demonstrasi damai itu diikuti oleh tiga hari kekerasan yang diatur oleh Israel, dia mengatakan saat ini demonstrasi sudah berjalan tenang.

"Saya dapat memberi tahu Anda, saya yakin bahwa tidak ada rencana untuk hukuman gantung," kata Araghchi sebagaimana dilansir AFP, Kamis (15/1/2026).

Untuk diketahui, gelombang unjuk rasa, yang mengguncang Iran sejak bulan lalu, dimulai sebagai aksi memprotes kondisi ekonomi yang memburuk, namun berkembang menjadi gerakan lebih luas yang menantang pemerintahan teokratis yang berkuasa di Iran sejak revolusi tahun 1979 silam.

Beberapa hari terakhir, unjuk rasa itu diwarnai kerusuhan dan rentetan kekerasan. Seorang pejabat Iran, yang enggan disebut namanya, mengungkapkan pada Selasa (13/1) bahwa sekitar 2.000 orang tewas dalam unjuk rasa besar-besaran itu.




(dek/dek)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Detik-detik Dua Pria Onani di Transjakarta dan Disergap Penumpang Lain
• 7 jam laludetik.com
thumb
Kecelakaan di Sidoarjo, 2 Mahasiswa IPDN Tewas jadi Korban Tabrak Lari Truk Tronton
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Gempa M4,0 Guncang Pacitan, Kedalaman 10 Km
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Menteri LH Minta Persoalan Sampah di Pasar Caringin Selesai dalam Dua Pekan Kedepan
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Waspada Penipuan Digital, OJK Regional Kalimantan Gencarkan Survei Literasi
• 21 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.