GenPI.co - Pengamat politik Adi Prayitno menilai Partai Gerindra dan PDIP tetap berpeluang menjalin kerja sama pada Pemilu 2029 mendatang.
Adi Prayitno mengatakan publik kemungkinan melihat PDIP saat ini di luar kekuasaan atau tidak menjadi bagian dari pemerintahan.
Sebab, dalam komposisi kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, tidak ada satupun yang terafiliasi dengan kader PDIP.
“Tetapi, kerja sama politik di Indonesia tidak harus jadi menteri, kepala badan, wakil menteri,” katanya dikutip dari akun Youtube milikinya, Sabtu (17/1).
Dia mengungkapkan kerja sama politik PDIP dengan Partai Gerindra sangat terlihat, seusai Pemilu 2024 lalu.
“Kerja sama PDIP sebagai pemenang pemilu dengan Partai Gerindra, di parlemen. Alat-alat kelengkapan dewan, banyak yang diisi kader inti PDIP,” ujarnya.
Adi menyampaikan partai di Indonesia bisa menerapkan politik perkawanan, dan pada saat yang sama juga bisa saling berhadapan satu dengan yang lainnya.
Dia menyinggung pada Pemilu 2029 mendatang, tidak ada jaminan PDIP tak sejalan dengan Partai Gerindra.
“Siapa yang bisa jamin, bahwa itu (Gerindra) akan terus sejalan dengan partai-partai koalisinya. Tidak ada jaminan apa pun di Indonesia,” ujarnya.
Adi mengatakan asalkan kepentingan politik bisa saling bertemu, maka kerja sama partai pun terjalin.
“Kita tidak boleh berpolitik itu hitam dan putih. Jangan anggap politik itu, seperti perang agama, etnis, atau pertaruhan gengsi. Hari ini kawan, besok teman,” ucapnya. (*)
Simak video berikut ini:





