Wajah Selagi Narti (65 tahun) nampak sedih dan sesekali mengusap air mata. Ia menjadi salah satu warga Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, yang terdampak banjir.
Rupanya, nenek tengah memikirkan kucingnya yang terpaksa ia tinggalkan saat banjir. Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo yang mendengar cerita itu lalu memerintahkan polisi untuk mengevakuasi 7 kucing peliharaan Narti pada Jumat (16/1).
Kucing tersebut akhirnya dievakuasi dengan menggunakan perahu. Kini, Narti nampak bahagia setelah bisa bersama dan bertemu dengan 7 kucingnya itu.
“Alhamdulillah, matur nuwun Pak Polisi. Kulo sampun tenang,” kata Narti.
Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari pelayanan kemanusiaan Polri kepada masyarakat terdampak bencana.
“Kami tidak hanya fokus pada keselamatan warga, tetapi juga memperhatikan hal-hal yang menjadi beban pikiran masyarakat, termasuk hewan peliharaan. Bagi sebagian warga, hewan peliharaan merupakan bagian dari keluarga,” kata Heru.
Heru menambahkan, “Sementara waktu, kucing-kucing tersebut kami rawat di Polsek Mejobo. Setelah kondisi aman dan banjir surut, akan dikembalikan kepada pemiliknya.”
Ia mengimbau warga terdampak banjir agar tetap berada di posko pengungsian, mengikuti arahan petugas, serta segera melapor apabila membutuhkan bantuan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berada di posko demi keselamatan. Jika ada kebutuhan mendesak, segera sampaikan kepada petugas. Polri bersama stakeholder terkait siap membantu,” pungkasnya.





