Honda mencatatkan hasil negatif pada 2025 lalu. Mulai dari penurunan capaian penjualan yang berdampak pada perolehan pangsa pasar yang mengecil dan harus puas duduk di posisi kelima sebagai merek mobil terlaris sepanjang 2025.
Menanggapi performa itu, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy menyebut bahwa Honda selalu berupaya untuk memenuhi kebutuhan wholesales (distribusi dari pabrik ke diler).
”Dari sisi wholesales, Honda selalu melakukan penyesuaian distribusi untuk menjaga stok di jaringan diler agar tetap sehat dan sejalan dengan kebutuhan pasar,” buka Billy kepada kumparan, Kamis (15/1/2026).
Honda, kata Billy terus memantau dinamika industri otomotif nasional sembari menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan konsumen.
Lebih dari itu, perusahaan berlogo ‘H’ tegak ini telah menyiapkan model baru dengan tema elektrifikasi, penyegaran sejumlah lini produk, serta peningkatan kinerja layanan after sales.
”Selain menghadirkan produk sesuai roadmap elektrifikasi Honda, kami juga menyiapkan penyegaran produk di berbagai segmen serta memperkuat layanan penjualan dan purna jual agar dapat memberikan nilai lebih bagi konsumen kami,” jelas Billy.
Namun, Billy enggan menyebutkan lebih detail model dan segmen apa yang menjadi garapan Honda di 2026.
Akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Pasaribu mengatakan Honda gagal bersaing di pasar, di tengah gempuran China.
”Penurunan penjualan Honda di Indonesia pada 2025 bisa dibaca sebagai hasil interaksi yang saling memperburuk antara ketidakselarasan Honda terhadap model elektrifikasi terjangkau dan agresivitas EV China di segmen harga yang mirip,” buka Yannes kepada kumparan, Rabu (14/1/2026).
Tren penjualan Honda di IndonesiaPerforma Honda di Indonesia gagal menunjukkan capaian positif hingga akhir 2025 lalu. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan wholesales Honda anjlok hingga 40,4 persen.
Tarik mundur ke tahun 2022 pasca pandemi Covid-19, Honda mencatatkan angka wholesales tahunan sebanyak 131.280 unit dengan meraih pangsa pasar tertinggi ketiga sebesar 12,5 persen.
Kemudian, torehan market share naik menjadi 13,8 persen dengan mendulang wholesales 138.967 unit pada 2023. Pada masa itu, Honda Brio jadi tulang punggung Honda dengan menawarkan konsumsi BBM irit, harga terjangkau, dan tetap membawa kesan premium Honda.
Memasuki tahun 2024, tantangan industri otomotif kian berat. Total penjualan nasional anjlok 13,9 persen. Honda jadi salah satu pabrikan Jepang dengan depresiasi tertinggi hingga 31,8 persen, dari 138.967 unit menjadi 94.742 unit dengan pangsa pasar 10,9 persen
Gejolak otomotif 2025 turut menekan Honda. Invasi jenama China hingga daya beli lesu jadi faktor utama. Tercatat penjualan minus 40,4 persen menjadi 56.500 hingga akhir tahun 2025, menggesernya ke posisi kelima dari posisi ketiga sejak 2022 lalu.




