Pantau - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) akan mengoptimalkan penggunaan kanal Kawal Haji sebagai pusat pengaduan resmi dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, guna menangani keluhan jamaah secara cepat dan terukur.
Kawal Haji Jadi Kanal Resmi Pengaduan Jamaah dan KeluargaKanal Kawal Haji disiapkan untuk menampung aduan dari jamaah haji, keluarga jamaah, maupun masyarakat umum terkait pelayanan selama berada di Tanah Suci.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menjelaskan bahwa kanal ini sangat krusial karena selama ini banyak keluhan justru disampaikan melalui media sosial tanpa penanganan yang jelas.
"Kita punya kanal Kawal Haji yang Insya Allah ini akan menjadi pusat pengaduan berbagai dinamika yang berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji, termasuk kaitan dengan isu media sosial yang muncul di ruang publik", ungkapnya.
Permasalahan seperti akomodasi, katering, dan transportasi bisa langsung direspons oleh petugas yang berwenang jika dilaporkan melalui kanal ini.
Kanal Kawal Haji juga difungsikan sebagai sarana klarifikasi terhadap konten viral atau informasi yang dapat menimbulkan kegaduhan.
Masyarakat dapat melaporkan konten semacam itu agar dapat ditindaklanjuti dan diluruskan oleh pihak resmi.
Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibanding membiarkan isu liar berkembang menjadi bola salju di media sosial.
Edukasi Jamaah untuk Gunakan Jalur ResmiIchsan menyebut bahwa kanal ini telah terbukti efektif pada penyelenggaraan sebelumnya dalam menyelesaikan berbagai dinamika di lapangan.
"Selama ini dalam proses penyelenggaraan sebelumnya, kita bisa melihat kanal ini cukup efektif dalam menyelesaikan berbagai dinamika, baik yang terjadi dalam tugas-tugas pelayanan maupun dinamika berkaitan dengan keberadaan jamaah kita di Tanah Suci", ujarnya.
Kemenhaj juga mengajak media massa untuk turut mengedukasi jamaah agar menggunakan jalur resmi dalam menyampaikan keluhan.
Ichsan berharap para jamaah lebih cermat dan bijak dalam menghadapi kendala saat berhaji.
Jika mengalami masalah, jamaah diimbau untuk melapor langsung ke petugas atau menggunakan aplikasi Kawal Haji, bukan memviralkan ke media sosial yang justru sering memperkeruh suasana.
Dengan optimalisasi kanal ini, Kemenhaj menargetkan pelaksanaan ibadah haji 2026 dapat berlangsung lebih tenang, terukur, dan profesional dalam menyelesaikan kendala teknis, serta menjaga kekhusyukan ibadah para tamu Allah.



