Keajaiban Perjalanan Nabi Hingga Menembus Langit ke Tujuh

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID,Perjalanan Isra Mi’raj merupakan salah satu mukjizat terbesar yang dianugerahkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa agung ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan pengalaman spiritual yang menembus batas ruang dan waktu, sekaligus memperlihatkan kebesaran dan kemahakuasaan Allah Yang Maha Kuasa.

Isra Mi’raj diawali dengan perjalanan malam (Isra) dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem. Dari sana, Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan Mi’raj, naik menembus tujuh lapis langit hingga ke hadirat Allah SWT.

Baca Juga
  • Polda Aceh Benarkan Anggota Brimob Jadi Tentara Bayaran Rusia
  • Prabowo Bakal Hadir di WEF, Ekonom Soroti Peluang Dongkrak Kepercayaan Investor
  • Kepala BNPB Pastikan Bantuan pada Penanganan Darurat dan Warga Terdampak Tanah Longsor Jepara

Namun penting dipahami, tempat-tempat yang dilalui Nabi Muhammad SAW di langit bukanlah Surga (jannah). Dalam bahasa Arab, Alquran secara tegas membedakan antara sama’ (langit) dan jannah (surga). Langit merupakan bagian dari alam semesta yang bersifat sementara dan akan hancur pada Hari Kiamat, sedangkan jannah adalah negeri keabadian, tempat kembali orang-orang beriman.

Allah SWT berfirman:  

.rec-desc {padding: 7px !important;}

فَقَضٰىهُنَّ سَبْعَ سَمٰوَاتٍ فِيْ يَوْمَيْنِ وَاَوْحٰى فِيْ كُلِّ سَمَاۤءٍ اَمْرَهَا ۗوَزَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيْحَۖ وَحِفْظًا ۗذٰلِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ 

Artinya: "Lalu, Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan pada setiap langit Dia mewahyukan urusan masing-masing. Kemudian langit yang paling dekat (dengan bumi), Kami hiasi dengan bintang-bintang sebagai penjagaan (dari setan). Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (QS Fussilat [41]:12)

Dalam perjalanan Mi’raj, Nabi Muhammad SAW naik dari sebuah batu yang kini berada di dalam Kubah Shakhrah, bangunan berkubah emas yang menjadi simbol kota Yerusalem. Perjalanan ini menjadi bukti bahwa hukum ruang dan waktu sebagaimana dipahami manusia tidak berlaku bagi kekuasaan Allah SWT.

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, Bisa Cuti Panjang
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kiper Yordania Terlalu Jemawa, Penalti Jepang Dikira Gagal Padahal Masuk
• 5 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Banyak Pemain Cedera, Liverpool Berpotensi Bergerak di Bursa Transfer
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
64.021 Korban Bencana Sumatra, Tinggalkan Tempat Pengungsian
• 10 jam lalugenpi.co
thumb
Zulhas Tegaskan Komitmen Aksi Nyata dalam Pertemuan Tingkat Menteri MAC di Abu Dhabi
• 20 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.