SAMPANG (Realita)-Pernyataan Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Moh. Yusuf, S.Pd. di https://vt.tiktok.com/ZS5KcsFTH/ menarik untuk ditonton dan disimak.
Pernyataan ini menarik ditonton dan disimak karena pernyataan gagalnya pendidikan di Sampang akibat guru tak memiliki kompetensi disampaikan oleh pejabat yang tugas dan fungsinya membina guru khususnya guru Sekolah Dasar.
Baca juga: Konsekuensi Hukum bagi Puluhan Kepsek SK Kadaluarsa, karena Diduga Mencairkan Dana BOS
Pada satu sisi pernyataan ini perlu diacungi jempol, karena sebagai pejabat yang mempunyai tupoksi membina guru Sekolah Dasar, ia membuat pengakuan jujur bahwa pendidikan di Sampang perlu perhatian lebih untuk mengimbangi Kabupaten/Kota lain di Jawa Timur.
Pernyataan tersebut direspon oleh Dani Febriansyah selaku Pemerhati lingkungan. Dia mengatakan sisi lain pernyataan ini mengindikasikan bahwa sebagai pejabat baru mulai lempar handuk (menyerah) menghadapi persoalan pendidikan di Kabupaten Sampang.
Sebagai pejabat yang membidangi pembinaan Sekolah Dasar, seharusnya dalam pernyataan tersebut disertai program dan rencana kegiatan untuk menyelesaikan kegagalan pendidikan di Sampang.
"Bukan menjadikan guru sebagai biang kegagalan pendidikan di Sampang. Sebagai guru yang dipromosi menjadi Kabid karena kompetensinya, seharusnya ia tinggal mengimbaskan kelebihan kompetensi yang dimiliki menjadi program dan kegiatan untuk pembinaan guru," ujar Dani saat ditemui, Sabtu (17/1/2026).
Baca juga: SK Kadaluarsa Puluhan Kepsek Bisa Mencairkan Dana BOS, Berpotensi Melawan Hukum
Menurut Dani, secara faktual beberapa indikator pendidikan tahun 2024 menunjukkan IPM 66,72, dan rata-rata lama sekolah 5,6. Bila diamati dari dua indikator pendidikan, posisi Sampang nampak kurang menggembirakan.
Bahkan dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, Kabupaten Sampang berada pada posisi juru kunci, sehingga perbaikan pendidikan menjadi pekerjaan rumah segenap pimpinan Kabupaten Sampang.
Dilihat dari RPJMD setiap Kepala Daerah menjadikan perbaikan pendidikan sebagai priorittas pembangunan daerah, dan setiap penyelenggaraan sleksi calon Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang juga menyatakan siap meyelesaikan kegagalan pendidikan.
Baca juga: Teriak 'Kiamat' di Pengeras Suara Masjid, ODGJ di Sampang Diamuk Massa
"Namun dalam kenyataan persoalan perbaikan kegagalan pendidikan di Kabupaten Sampang tidak kunjung selesai. Dengan belum tuntasnya penyelesaian kegagalan pendidikan di Kabupaten Sampang maka Pemerintah Kabupaten Sampang, DPRD, pelaksana teknis pendidikan dan masyarakat perlu berdiskusi mencari solusi yang tepat," ungkapnya.
"Dan berhentilah melempar tanggung jawab untuk menyelesaikan kegagalan pendidikan di Kabupaten Sampang,"pintanya.gan
Editor : Redaksi

