Trump Murka Sekutu AS Bikin Deal dengan China, Beri Peringatan Ini

cnbcindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu di Ruang Oval di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, 6 Mei 2025. (REUTERS/Leah Millis)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan perdagangan di Amerika Utara memanas. Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka mengecam keputusan Kanada yang mengizinkan impor puluhan ribu kendaraan listrik (EV) asal China.

Menteri Transportasi AS, Sean Duffy, menyatakan kekecewaannya dalam sebuah acara di pabrik Ford di Ohio. Menurutnya, langkah Kanada membuka pintu bagi produk otomotif China adalah kesalahan strategis.

Ia juga memperingatkan bahwa Ottawa akan menyesali langkah tersebut dan menegaskan bahwa kendaraan-kendaraan itu haram masuk ke pasar Amerika Serikat (AS).


"Saya pikir mereka akan meninjau kembali keputusan ini dan pasti menyesal telah membawa mobil China ke pasar mereka," ujar Duffy dikutip dari Reuters, Sabtu (17/1/2026).

Pilihan Redaksi
  • Kapal Induk Perang AS Meluncur ke Timur Tengah, Siap Serang Iran?
  • Iran Mendadak Sunyi Senyap Usai Pembunuhan Massal-Mayat Berhamburan
  • Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi, Naik 1,88% Sepekan

Pada tahun 2024, Kanada sebenarnya sempat mengikuti jejak AS dengan memberlakukan tarif 100% pada EV China. Namun, kebijakan terbaru yang mengizinkan masuknya hingga 49.000 unit EV China memicu alarm di Washington. AS khawatir ini akan menjadi "pintu belakang" bagi China untuk mendapatkan pijakan yang lebih luas di Amerika Utara.

Keputusan Kanada ini disinyalir merupakan bagian dari kesepakatan dagang. Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mengharapkan China akan menurunkan tarif pada biji kanola (canola seed) menjadi sekitar 15% pada 1 Maret mendatang sebagai imbalan atas akses pasar EV tersebut.

Perwakilan Perdagangan AS (USTR), Jamieson Greer, menyebut keputusan Kanada tersebut "problematis". Meski ia meyakini jumlah yang terbatas tidak akan mengganggu ekspor mobil AS ke Kanada, ia memastikan mobil-mobil tersebut tidak akan melintasi perbatasan ke selatan.

"Mobil-mobil itu pergi ke Kanada dan mereka tidak akan datang ke sini (AS). Ada alasan mengapa kami tidak menjual banyak mobil China di AS. Itu karena kami memiliki tarif untuk melindungi pekerja otomotif dan warga Amerika," tegas Greer.

Selain masalah tarif, Greer juga menyoroti aturan siber yang diadopsi pada Januari 2025 mengenai kendaraan yang terkoneksi internet dan sistem navigasi. Menurutnya, tidak akan memungkinkan bagi produk EV China dapat memenuhi standar tersebut, yang membuatnya makin sulit melaju di jalanan AS.

"Ada peraturan di Amerika mengenai keamanan siber kendaraan kami dan sistem di dalamnya. Saya pikir akan sulit bagi pihak China untuk mematuhi aturan semacam itu," tambahnya.


(tps/tps)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Trump Ancam Tarif 25% bagi Negara yang Berbisnis dengan Iran

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Blak-blakan! Damai usai Dapat SP3 Polda Metro Kasus Ijazah Jokowi, Ini Kata Susno Duadji | BOLA LIAR
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Tim SAR Gabungan Cari Pesawat Indonesia Air yang Hilang
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pradi Supriatna Sebut Nilai Isra Miraj Relevan untuk Menjaga Harmoni Sosial
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Legenda AC Milan Bersuara, Akui Kualitas Rossoneri Belum Layak Jadi Penantang Scudetto dan Masih Jauh dari Era Generasi Emas
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Warga Temukan Titik Api di Lereng Bulusaraung Pasca Kecelakaan Pesawat ATR 400
• 3 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.