Banjir yang menggenangi jalur kereta api (KA) antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi, Jawa Tengah (Jateng), membuat sejumlah perjalanan KA mengalami keterlambatan, Sabtu (17/1/2026).
Luqman Arif, Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, mengatakan keterlambatan bahkan bisa 3 sampai 4 jam dari jadwal normal.
“Iya, dampaknya itu lama, ya, sekitar 3–4 jam. Jadi empat jam lebih lama dari harusnya dia jadwal sampai di stasiun tujuan akhir,” jelasnya saat on air di Radio Suara Surabaya, Sabtu.
Kondisi ini terjadi akibat jalur KA yang dinyatakan tidak aman untuk dilalui karena, tergenang air hingga kepala rel. Mulai pukul 03.00 WIB, ketinggian air terus naik sampai sekitar pukul 05.00 WIB, ketinggian sudah mencapai 20 cm.
Akhirnya diputuskan jalur harus ditutup sementara. Dampaknya, KAI harus melakukan perubahan pola operasi perjalanan kereta.
“Nah, imbas dari perubahan pola tersebut kami melakukan beberapa rekayasa pola operasi kereta api, ya, terutama bagi kereta api yang tertahan akibat tidak bisa lewat tadi,” jelasnya.
BACA JUGA: Jalur Kereta di Pekalongan Terputus Akibat Terendam Banjir, Sejumlah Perjalanan KA Dihentikan
Untuk kereta api dari arah barat yang menuju wilayah Surabaya dan Malang, jalur perjalanan terpaksa dialihkan memutar. Akibat perubahan rute tersebut, waktu tempuh perjalanan otomatis menjadi lebih lama.
“Dan dampak dari perubahan pola operasi tadi memang bertambahnya waktu tempuh dan waktu perjalanan yang dampaknya pasti akan menimbulkan kelambatan datang di stasiun tujuan akhir,” katanya.
Namun, menurut Humas Daop 4 itu, langkah tersebut harus dilakukan demi keselamatan kereta dan penumpangnya.
“Kami mohon maaf atas hal tersebut, tapi pastinya langkah tersebut harus kami lakukan. Karena tadi jalur tersebut tidak aman untuk dilewati oleh kereta api, ada genangan air yang ketinggiannya itu sekitar 20 cm tadi pagi,” tegasnya.
Meski demikian, dia menyebut kabar baiknya, kondisi air mulai surut pada siang hari. Sekitar pukul 10.00 WIB, tren air sudah mulai menurun. Ia berharap cuaca mendukung agar operasional bisa kembali normal.
“Update barusan dari informasi teman-teman yang di lapangan itu ketinggian berkurang sekitar 14 cm dan trennya terus susut, tambah surut,” ujarnya.
Adapun selain keterlambatan, banjir juga menyebabkan sejumlah perjalanan kereta harus dibatalkan. Total ada enam perjalanan yang harus dibatalkan, di antaranya KA Kaliagung, KA Argo Menoreh, dan KA Argo Bromo tujuan Jakarta.
BACA JUGA: Perjalanan Sejumlah KA Berputar ke Selatan Akibat Banjir di Pekalongan
Sementara itu, untuk kereta dari arah timur menuju Jakarta, juga ada dampak karena proses penanganan kereta yang tertahan.
Atas kondisi ini, PT KAI menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang. Ia memastikan penumpang tetap mendapatkan haknya. Mulai dari service recovery, hingga informasi detail lainnya.
KAI juga memberikan layanan overstapen menggunakan bus bagi penumpang kereta api tujuan Semarang yang perjalanannya harus dialihkan atau memutar akibat kondisi tersebut. KAI menyediakan lima big bus yang disiagakan di Stasiun Tegal, serta dua mobil di Stasiun Comal.
Unit bus yang disiapkan KAI untuk penumpang kereta api tujuan Semarang yang perjalanannya harus dialihkan atau memutar akibat banjir di Pekalongan, Sabtu (17/1/2026). Foto: Humas KAI Daop 8“Layanan ini disediakan kepada pelanggan yang menghendaki melanjutkan perjalanan dengan skema tersebut. Layanan ini diberikan tanpa biaya tambahan agar penumpang tetap dapat melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir,” kata Luqman.
Luqman melanjutkan, KAI juga memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen (refund penuh) bagi penumpang yang memilih untuk membatalkan perjalanan kereta api akibat dampak banjir di wilayah Pekalongan. (bil)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475206/original/086408200_1768556103-IMG_4881.jpg)

