Bisnis.com, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan proses pembebasan lahan guna menjalankan pembangunan flyover Taman Pelangi telah rampung sepenuhnya. Warga Kampung Taman Pelangi telah menerima pembayaran ganti rugi terhadap 29 persil melalui mekanisme konsinyasi.
Eri memastikan bahwa segenap bangunan yang berdiri di kawasan itu akan diratakan dalam waktu maksimal dua hari sebagai bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur tersebut.
"Semua bangunan yang ada di Taman Pelangi ini sudah dikonsinyasi dan [warga] sudah menerima uang [ganti rugi]," ujar Eri saat meninjau lokasi, Kamis (15/1/2026)
Dirinya menyebut, pemerintah kota juga akan secara rutin melapor kepada Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) berkaitan dengan proses survei dan pembangunan yang direncanakan akan dimulai pada triwulan I atau II 2026 dan berlangsung hingga 2027.
"Semoga dengan percepatan ini sudah bisa dikerjakan di triwulan kedua, atau triwulan pertama, di akhir triwulan pertama sudah bisa mulai ada proses terhadap Taman Pelangi untuk overpass-nya [flyover]. Sehingga bisa mengurangi kemacetan warga Kota Surabaya karena di sini [Taman Pelangi] simpulnya macet, dan ini juga simpulnya banjir," jelasnya.
Ia menjelaskan, pembangunan flyover Taman Pelangi akan dilaksanakan secara multiyears. Flyover Taman Pelangi juga direncanakan memiliki dua hingga dua setengah lajur, dengan biaya pengerjaan yang dihabiskan sekitar Rp400 miliar menggunakan APBN.
Oleh sebab itu, Eri membeberkan bahwa proyek tersebut sepenuhnya akan dikerjakan oleh Kementerian PU dan ditargetkan rampung pada awal tahun 2027 mendatang.
"Jadi [berjalan] multiyears karena selesainya di awal 2027. Hari ini dilakukan perencanaan DED (Detail Engineering Design), setelah itu langsung dilakukan pelelangan dan pekerjaan, sehingga [pembangunan rencana] sampai di awal Januari 2027," tegasnya.
Selain diharapkan dapat mengurai kemacetan, proyek tersebut juga berfungsi untuk mempercepat penanganan banjir di kawasan simpul Taman Pelangi. Langkah yang akan dilakukan pemkot adalah dengan melebarkan saluran drainase yang dinilai belum bekerja optimal.
"Dengan robohnya bangunan ini, maka untuk percepatan penanganan banjir, maka saluran yang ada ini kita akan lebarkan karena selama ini saluran yang ada tidak bisa loose karena salurannya itu putus, patah, dan itu mempengaruhi laju air," paparnya.
Mengenai perencanaan teknis infrastruktur itu Eri menyebut bahwa desain flyover Taman Pelangi telah dibahas dan disepakati bersama Kementerian PU sejak tahun sebelumnya.
"Jadi pada tahun kemarin sebelum pembongkaran, kami sudah berdiskusi dengan kementerian untuk menentukan desainnya. Bagaimana desainnya sudah kita tentukan, sehingga hari ini adalah proses perencanaan, sekaligus langsung bisa dilakukan pelelangan," bebernya.
Karena itu, Ketua Dewan Pengurus APEKSI ini menegaskan bahwa percepatan pembangunan flyover di simpul Taman Pelangi menjadi prioritas pihaknya untuk mengatasi kemacetan di wilayah Surabaya selatan.
"Yang terpenting di titik ini segera bisa dilakukan pembangunan, sehingga kemacetan yang ada di simpul yang paling parah ini itu bisa terselesaikan di tahun ini," pungkasnya.




