PT KAI Daop 8 Surabaya memastikan perjalanan keberangkatan kereta api (KA) dari wilayah Surabaya dan Malang tepat waktu meski terjadi banjir di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng).
Hal ini disampaikan Mahendro Trang Bawono Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya waktu dikonfirmasi, terkait banjir yang terjadi wilayah Jateng itu.
“Betul, untuk keberangkat dari stasiun-stasiun wilayah Daop 8 Surabaya, tepat semua,” kata Mahendro kepada suarasurabaya.net.
Lebih lanjut, Mahendro dalam keterangannya menjelaskan, keberangkatan kereta api dari Daop 8 Surabaya hingga pukul 09.00 WIB, terdapat 18 perjalanan kereta api berangkat tepat waktu, diantaranya tujuh KA berangkat dari Stasiun Surabaya Pasarturi, enam KA berangkat dari Stasiun Surabaya Gubeng dan lima KA berangkat dari Stasiun Malang.
Meski begitu, kondisi cuaca ekstrem tersebut berdampak pada kelancaran perjalanan KA yang melintas di wilayah Pekalongan. Sehingga, beberapa perjalanan tujuan Surabaya dan Malang dari arah Barat mengalami penambahan waktu tempuh.
BACA JUGA: Jalur KA Pekalongan Banjir: Penumpang Dipindah Bus, Keterlambatan Perjalanan Sampai Empat Jam
Untuk menjamin keselamatan dan keamanan perjalanan, KAI juga melakukan penyesuaian operasional pada lintas jalur utara, pembatasan kecepatan dan pengaturan pola operasi KA.
“Aspek keselamatan menjadi kunci penting dalam perjalanan kereta api. Setiap jalur yang terdampak cuaca ekstrem harus melalui pemeriksaan dan pemantauan secara intensif sebelum dan selama dilalui KA. Hal ini berdampak pada penambahan waktu tempuh, namun langkah tersebut wajib dilakukan demi keselamatan pelanggan dan petugas,” ujar Mahendro.
BACA JUGA: Jalur Kereta di Pekalongan Terputus Akibat Terendam Banjir, Sejumlah Perjalanan KA Dihentikan
Hingga pukul 07.30 WIB, sebanyak tiga perjalanan kereta api menuju wilayah Daop 8 Surabaya mengalami keterlambatan kedatangan. Dari jumlah tersebut, dua KA terlambat datang di Stasiun Surabaya Pasarturi dan satu KA terlambat datang di Stasiun Malang dengan rentang keterlambatan antara 200 menit hingga 300 menit.
Ketiga KA tersebut diantaranya adalah KA Argo Anjasmoro relasi Gambir – Surabaya Pasarturi, KA Harina relasi Bandung – Surabaya Pasarturi dan KA Jayabaya relasi Pasarsenen-Malang.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, KAI Daop 8 Surabaya juga melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh informasi prakiraan cuaca terkini.
“KAI terus melakukan pemantauan dan upaya penanganan agar perjalanan kereta api dapat kembali berjalan normal, aman, dan selamat. Kami mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kesabaran para pelanggan akibat dampak dari cuaca ekstrem yang mengakibatkan terlambatnya kedatangan KA di wilayah Daop 8 Surabaya,” tutup Mahendro.(ily/bil/iss)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475309/original/013910700_1768565071-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_18.22.16.jpeg)