jakarta.jpnn.com - Hashim Djojohadikusumo dan Gubernur Papua Barat Elisa Kambu sempat berbalas pantun pada seminar nasional bertajuk Membangun Indonesia Dari Timur yang digelar Partai Gerindra di Ballroom Vega Prime Hotel Kota Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (16/1).
Hashim yang datang sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi melemparkan pantun humor dengan Elisa Kambu. Elisa pun membalas pantun dari Hashim.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Janji Bangun 20 SMA Garuda untuk Lengkapi SMA Taruna Nusantara
Hashim juga membahas dana otonomi khusus (otsus) sebesar Rp 200 triliun yang sudah dikucurkan pemerintah pusat selama lebih dari dua dekade.
Menurut Hashim, jumlah dana yang sangat besar belum sebanding terhadap dampaknya karena masih banyak masyarakat Papua yang belum sejahtera.
BACA JUGA: DPR Sebut Kunjungan Presiden Prabowo Kode Dukung IKN Nusantara
Ketua Umum DPP Gekira Partai Gerindra itu berharap ada evaluasi dan transparansi terkait dana otsus.
Selain itu, Hashim juga menyebut pandangannya merupakan bagian upaya memperbaiki tata kelola, bukan serangan personal terhadap kepala daerah.
BACA JUGA: Presiden Prabowo: Tujuan Bernegara untuk Kesejahteraan Semua Rakyat
Dia juga mengaku akan menyampaikan seluruh aspirasi dan kegelisahan daerah langsung kepada Prabowo sebagai bahan evaluasi kebijakan lanjutan.
Di sisi lain, Elisa Kambu menilai pembangunan di Papua tidak bisa disamakan dengan daerah lain.
“Jangan digeneralisasi,” kata Elisa.
Elisa menjelaskan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selalu mengaudit pengelolaan keuangan daerah, termasuk dana otsus, sesuai regulasi yang berlaku.
Dia juga menyoroti tekanan fiskal yang kini dihadapi Papua Barat Daya, termasuk anjloknya APBD dari Rp 1,69 triliun pada 2025 menjadi Rp 1,08 triliun pada 2026.
Elisa juga menilai pemangkasan anggaran infrastruktur berpotensi menghambat pelayanan publik dan pembangunan dasar. (jos/jpnn)
Redaktur & Reporter : Ragil




