Iran Geram Negara yang Tergabung Dalam G7 Bakal Jatuhi Sanksi Baru: Munafik!

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Iran, VIVA – Iran mengecam pernyataan negara-negara G7 tentang kesiapan mereka menjatuhkan sanksi baru terkait aksi protes yang melanda negara itu.

Kecaman itu disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran dalam pernyataan yang diunggah di Telegram, seperti dikutip RIA Novosti pada Sabtu,17 Januari 2026.

Baca Juga :
Tak Akan Tinggal Diam, Iran Pastikan Hadapi Ancaman AS
Pemerintah Siapkan 5.750 Kuota Beasiswa LPDP di 2026

Sebelumnya, G7 menyatakan siap memberlakukan pembatasan tambahan jika pemerintah Iran menentang aksi protes.

Kelompok negara itu menyampaikan keprihatinan atas situasi di Iran dan menyerukan agar Teheran menahan diri.

Aksi demonstrasi warga Iran menentang pemerintah di Teheran, 8/1
Photo :
  • Iran Int

"Kementerian Luar Negeri Iran mengecam pernyataan negara-negara G7 yang merupakan bentuk campur tangan langsung dalam urusan dalam negeri Republik Islam Iran," kata Kemlu Iran.

Teheran menilai pernyataan tersebut sebagai "bukti nyata sikap palsu dan munafik" G7, yang dipimpin Amerika Serikat, dalam isu hak asasi manusia, kata kementerian itu.

Gelombang protes melanda Iran pada akhir Desember 2025 di tengah kekhawatiran terhadap meningkatnya inflasi akibat melemahnya nilai tukar mata uang rial.

Sejak 8 Januari, menyusul seruan dari Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan pada 1979, aksi tersebut semakin intensif. Pada hari yang sama, akses internet di negara itu diblokir.

Di sejumlah kota, protes berubah menjadi bentrokan dengan polisi ketika demonstran meneriakkan slogan-slogan anti pemerintah. Ada laporan soal korban di kalangan aparat keamanan dan demonstran.

Aksi demonstrasi warga Iran
Photo :
  • UGC Via AP

Pada akhir Desember, Presiden AS Donald Trump mengatakan akan mendukung serangan baru terhadap Iran jika negara itu berusaha melanjutkan pengembangan program rudal dan nuklir.

Trump kemudian mengancam akan melancarkan serangan besar ke Iran jika pengunjuk rasa terbunuh. Ia juga berjanji mendukung rakyat Iran jika diperlukan.(ant)

Baca Juga :
Pemerintah Bentuk Tim Kajian untuk Sinkronisasi Kampus dengan Dunia Kerja
Iran Klaim Tak Akan Hukum Mati Demonstran, Trump: Lihat Saja Nanti
Pejabat Kementerian Diduga Gratifikasi, Kejagung Didorong Turun Tangan

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kecelakaan Beruntun 3 Minibus di Maros, 2 Orang Luka-Luka | BERUT
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Libur Panjang Isra Mikraj, Polres Bogor Kota Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rute Desersi Bripda MR Gabung Tentara Bayaran: Dari China, Masuk Rusia, Dinas di Donbass
• 39 menit lalumerahputih.com
thumb
Kembali ke Semifinal Piala Asia U-23, Vietnam Temukan Template Sukses di Sepak Bola: Grassroot Berjalan dan Tangan Dingin Pelatih Korea
• 4 jam lalubola.com
thumb
Sambut Imlek 2026 Grand Mercure Malang Mirama Gelar Gala Dinner Mewah “Year of The Fire Horse”
• 3 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.