FAJAR, MAKASSAR — Rencana pengadaan lima unit insinerator mini oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar memantik kontroversi. Akankah jadi solusi sampah atau ancaman emisi beracun?
Padahal Menteri Lingkungan Hidup Hanif Fasiol sudah melarang penggunaan insinerator mini. Alasannya, bisa menimbulkan polusi untuk lingkungan.
“Menteri Lingkungan Hidup tidak membenarkan penggunaan insinerator-insinerator mini, apa pun alasannya. Emisi yang dihasilkan lebih berbahaya daripada sampah itu sendiri,” kata Hanif di Kota Bandung, Jumat (16/1/2026) seperti dilansir detik.com.
Hanif menyarankan, lebih baik sampah itu ditumpuk lalu dibuang di kemudian hari. Dibanding dibakar dan akhirnya mencemari lingkungan.
Menurut Ketua Forum Komunitas Hijau, Achmad Yusran, insinerator skala kecil dikenal rawan menghasilkan dioksin dan furan. Senyawa karsinogenik yang terbentuk bila pembakaran sampah tidak berlangsung stabil di atas 850 derajat Celsius.
“Ironisnya hingga kini, Pemerintah Kota Makassar melalui DLH belum mempublikasikan dokumen AMDAL, spesifikasi sistem pengendali emisi, maupun rencana pemantauan kualitas udara,” ujar Achmad Yusran, Sabtu (17/6/2026).
Padahal Kota Makassar, sebut dia, sudah menghadapi tekanan ekologis serius seperti banjir berulang dan degradasi daerah aliran sungai. Termasuk kepadatan permukiman yang memperbesar risiko paparan polusi udara.
Menurut Achmad Yusran, langkah ini juga dinilai berseberangan dengan kebijakan nasional yang mendorong pengurangan sampah dari sumber melalui pemilahan, komposting, dan ekonomi sirkular.
Padahal, jelas dia, pendekatan 3R terbukti mampu menekan volume sampah hingga 60–70 persen tanpa risiko kesehatan jangka panjang.
Di tengah minimnya transparansi, lanjut dia, muncul dugaan publik bahwa proyek ini lebih berorientasi pada serapan anggaran dan kepentingan vendor, ketimbang solusi berkelanjutan.
“Jika insinerator ini aman, buktikan dengan kajian terbuka. Jika tidak, hentikan sebelum Makassar menjadi laboratorium emisi,” pinta Achmad Yusran.
Menurutnya, tanpa audit independen dan dialog publik, insinerator mini berpotensi menjadi bom waktu kesehatan publik. Sunyi dan tak terlihat, namun dampaknya lintas generasi. (*)




