Jakarta: Kerja sama sektor pendidikan antara Indonesia dan Tiongkok diperkuat. Salah satunya, melalui kolaborasi perguruan tinggi di Indonesia.
Kolaborasi ditandai dengan peresmian Indonesia–China Partnership Institution – President University (ICPI–PU). "Selamat atas peluncuran ICPI di President University yang merupakan inisiatif yang penting dan bermakna," kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, dalam keterangan yang dikutip Sabtu, 17 Januari 2026.
Hal tersebut diungkap Abdul Mu'ti, saat menghadiri peresmian President University, Kamis, 15 Januari 2026. Peresmian di President Executive Center, Kota Jababeka, Cikarang.
ICPI–PU merupakan lembaga kerja sama Indonesia-Tiongkok di bawah President University yang menaungi sejumlah pusat kajian, seperti Industry and Talent Development Center (ITDC), Belt and Road Initiative Center (BRIC), dan Sinology Center yang berkolaborasi dengan Beijing Language Culture University (BLCU).
"ICPI tidak hanya akan memperkuat kedua bangsa tapi juga akan membangun relasi-relasi yang sifatnya stategis dan memberi dampak global, khususnya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan," kata Abdul Mu'ti.
Baca Juga :Dubes RI Tegaskan Diplomasi 'Persahabatan Lampaui Formalitas' dengan Tiongkok
Lembaga tersebut merupakan sebuah jembatan strategis dan wadah kerja sama nyata untuk memperkuat kolaborasi Indonesia-Tiongkok di bidang ekonomi, industri, perdagangan, sosial-budaya, pendidikan, investasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Adapun kantor ICPI–PU berlokasi di lantai 2 Gedung President Executive Center-Cikarang.
Apresiasi serupa disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Stella Christie. Menurutnya, pendirian ICPI merupakan bentuk kerja sama strategis yang diyakini bisa memberi manfaat nyata bagi kedua negara.
Dukungan juga datang dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, Djauhari Oratmangun, dan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Republik Indonesia,Wang Lutong,l. Keduanya menekankan bahwa ICPI bisa menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus menjaga kepercayaan bersama (mutual trust) antara Indonesia dan Tiongkok yang telah berjalan lama.
Ketua Yayasan Pendidikan Universitas Presiden Budi Susilo Soepandji, menyampaikan, Yayasan Pendidikan Universitas Presiden (YPUP) mendukung penuh atas pendirian ICPI-PU di lingkungan President University. Menurut Budi Susilo Soepandji, lembaga ini memiliki peran penting dalam memperkuat kerja sama pendidikan, riset, dan pertukaran budaya antara Indonesia dan Tiongkok, yang tidak hanya relevan secara akademik, tapi juga strategis bagi hubungan antarbangsa di masa depan.
"Hadirnya ICPI sangat relevan dengan kondisi President University," kata Budi.
Selama ini, pihaknya konsisten telah memberikan beasiswa kepada mahasiswa asal. Hingga kini sudah ada ribuan mahasiswa dari Tiongkok telah menikmati beasiswa tersebut dan menjadi bagian dari keluarga besar alumni President University.
"Mereka tidak hanya belajar di Indonesia, tetapi juga menjadi jembatan persahabatan dan pemahaman lintas budaya antara kedua negara," kata Budi Susilo Soepandji.
Hal serupa juga disampaikan Xu Baofeng selaku Direktur World Sinology Center & Profesor Beijing Language and Culture University. Ia mendukung penuh lahirnya ICPI dan siap berkolaborasi dalam pembangunan dan pengembangan Pusat Sinologi Indonesia, berbagi sumber daya, berkolaborasi dalam penelitian, bersama-sama membina sarjana muda.
"Selain itu, kami juga siap bersama-sama menyelenggarakan kegiatan akademik, agar jembatan pemikiran ini semakin kokoh dan lancar," kata Xu Baofeng.
Sementara itu, Ketua ICPI – PU Chandra Setiawan, menyebut bahwa pendirian Indonesia China Partnership Institution merupakan sebuah lompatan besar dalam kerja sama akademik dan budaya Indonesia–Tiongkok.
"Karena hari ini, kita tidak hanya meresmikan ICPI, tetapi juga akan menandatangai Framework of Agreement yang sangat strategis antara World Sinology Center of BLCU dan President University untuk mendirikan Indonesia Sinology Center, " kata Chandra Setiawan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti. Foto: Istimewa
Adapun proses penandatanganan Framework of Agreement (MoA) dilakukan oleh Prof Chairy selaku Wakil Rektor III President University dengan Prof. Xu Baofeng selaku Direktur World Sinology Center, Beijing Language and Culture University, BLCU.
Chandra Setiawan, menjelaskan, visi ICPI adalah menjadi lembaga kerja sama dan pusat studi Tiongkok yang terpercaya dan berkualitas, dengan misi mengembangkan kerja sama, kajian, dan pengabdian masyarakat lintas disiplin untuk memberikan dampak positif yang nyata bagi kedua bangsa.
Chandra menyebut ICPI-PU adalah platform komprehensif. Sinology Center membangun mutual understanding, BRI Center membangun policy framework, dan ITD Center membangun future talent and business collaboration.
“ICPI–PU merupakan platform komprehensif. Sinology Center membangun pemahaman bersama, BRI Center membangun kerangka kebijakan, dan ITD Center memperkuat kolaborasi talenta dan dunia usaha,” jelas Chandra.


