Bisnis Gadai Emas Pegadaian Melonjak sepanjang 2025, Pembiayaan Capai Rp114 Triliun

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Bisnis Gadai Emas PT Pegadaian menunjukkan kinerja impresif sepanjang 2025. 

Direktur Pemasaran, Penjualan & Pengembangan Produk, Selfie Dewiyanti menyampaikan di tengah volatilitas harga emas global dan ketidakpastian ekonomi dunia, penyaluran pinjaman Gadai Emas, termasuk lini syariah, tumbuh hingga 58% secara tahunan dengan total pembiayaan mencapai Rp114 triliun.

Pertumbuhan double digit tersebut, lanjutnya, didorong oleh kombinasi strategi bisnis dan momentum eksternal. 

Kenaikan harga emas global yang berlanjut dimanfaatkan secara optimal oleh nasabah untuk memperoleh likuiditas, sementara Pegadaian memperkuat layanan melalui inovasi digital, seperti Gadai Digital, layanan gadai dari rumah, serta pengembangan ekosistem layanan emas terintegrasi.

Kinerja ciamik tersebut diproyeksikan berlanjut tahun ini. "Menghadapi tahun 2026, Pegadaian tetap menyalurkan Gadai Emas dengan prinsip kehati-hatian dan tetap memantau gejolak geopolitik dan ketidakpastian global terkini," ujarnya kepada Bisnis dikutip, Sabtu (17/1/2026).

Dari sisi tren, permintaan Gadai Emas dalam tiga tahun terakhir terus menunjukkan penguatan. Berdasarkan data periode 2023–2025 dari Pegadaian, pertumbuhan penyaluran pinjaman tercatat bergerak positif dalam rentang 31% hingga 58%. 

Baca Juga

  • Daftar Promo Cicil dan Tabung Emas di Pegadaian, Ada Diskon hingga 40%
  • Harga Emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini 17 Januari 2026
  • Pembiayaan Pegadaian Wilayah Pekanbaru Tumbuh 49,45% sepanjang 2025

Tren ini sejalan dengan meningkatnya kepemilikan emas di masyarakat, baik dalam bentuk perhiasan, emas batangan, maupun lantakan.

Pegadaian juga melihat tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas batangan selama tiga tahun terakhir sebagai peluang strategis. 

Selfie melanjutkan, Pegadaian telah mengintegrasikan layanan Cicil Emas dengan Gadai Emas, sehingga nasabah dapat memanfaatkan emas yang dimiliki sebagai sumber pembiayaan, baik untuk kebutuhan produktif maupun konsumtif.

Menurutnya, ke depannya, digitalisasi menjadi kunci ekspansi. Melalui platform terintegrasi seperti Tring!, Pegadaian menargetkan penetrasi yang lebih dalam ke segmen generasi muda (digital native). 

Pasalnya, digitalisasi tidak hanya mempercepat proses transaksi, tetapi juga meningkatkan aksesibilitas layanan gadai emas secara nasional, membuka ruang pertumbuhan yang lebih luas di tahun-tahun mendatang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Investasi Hilirisasi 2025 Tembus Rp584,1 Triliun
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Mentan: Negara gaji petani pulihkan sawah terdampak bencana Sumatera
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Miskinkan Koruptor atau Pelihara Benalu?
• 3 jam laludetik.com
thumb
Transisi dari Kemenag ke Kemenhaj Capai 90 Persen, Ini Perubahan yang Mencolok
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
KPK Dalami Cara Heri Sudarmanto Terima Rp12 M Meski Sudah Pensiun
• 10 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.