Komunikasi Terakhir ATC Makassar dengan Pesawat ATR Berusia 25 Tahun yang Hilang Kontak di Sulsel

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Upaya pencarian terhadap pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT milik Indonesia Air Transport (IAT) terus diintensifkan. 

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengungkapkan bahwa fokus operasi penyelamatan kini diarahkan ke wilayah pegunungan kapur di Sulawesi Selatan.

"Target pencarian di pegunungan kapur Bantimurung, desa Leang-leang, Kabupaten Maros, dan menjadi Posko Basarnas di dekat lokasi," jelas Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/1/2026).

Operasi udara juga melibatkan helikopter milik TNI Angkatan Udara yang bekerja sama dengan Basarnas, yang dijadwalkan mengudara pada pukul 16.25 WITA untuk menyisir lokasi dari ketinggian.

Berdasarkan data Kemenhub, pesawat buatan tahun 2000 ini tengah menempuh rute Yogyakarta (JOG) menuju Makassar (UPG) di bawah komando Pilot in Command Capt. Andy Dahananto. 

Kronologi hilangnya pesawat bermula saat Air Traffic Control (ATC) Makassar mengarahkan pesawat untuk mendarat di runway 21 Bandara Sultan Hasanuddin.

Namun, dalam proses tersebut, pesawat terdeteksi keluar dari jalur pendekatan yang seharusnya. 

"Berdasarkan informasi kronologis terbaru, pada pukul 04.23 UTC, pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar," kata Lukman.

Meskipun ATC sempat memberikan instruksi koreksi posisi agar pesawat kembali ke jalur pendaratan yang benar, komunikasi tiba-tiba terputus total. Kondisi ini membuat pihak berwenang langsung menetapkan status darurat DETRESFA atau fase bahaya.

Data terbaru menyebutkan terdapat 10 orang di dalam pesawat (POB), yang terdiri dari tujuh orang awak dan tiga penumpang. Terkait kondisi alam di lokasi kejadian, cuaca dilaporkan sedikit berawan dengan jarak pandang sekitar 8 kilometer.

"Detail dan konfirmasi lebih lanjut masih dalam proses koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)," tambahnya.

Sebagai langkah penanganan cepat, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar telah mengaktifkan Crisis Center di Terminal Keberangkatan untuk melayani informasi bagi keluarga korban dan pihak terkait. 

Hingga saat ini, Kemenhub terus bersinergi dengan AirNav Indonesia, Basarnas, TNI AU, dan kepolisian guna memastikan langkah evakuasi berjalan maksimal. Ditjen Perhubungan Udara berjanji akan terus memperbarui perkembangan situasi secara berkala. (ant/dpi)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Terduga Pencuri Motor di Sukapura Probolinggo Babak Belur Diamuk Massa
• 12 jam laluberitajatim.com
thumb
Ditindak Polisi, Pemotor Lawan Arus Ngamuk di Lebak Bulus
• 8 jam laluokezone.com
thumb
IMO dan Cermin Risiko Industri Maritim Nasional
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Seskab Teddy Bertemu Ketum Kadin, Apa yang Dibahas?
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Kini Sama-sama Berstatus Sebagai Tersangka dengan Richard Lee, Doktif Minta Penegak Hukum Berlaku Adil
• 4 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.