General Manager Bandara Adisutjipto, Wibowo Cahyono Soekadi, memastikan pemberangkatan pesawat ATR 42-500 (sebelumnya disebut ATR 400) yang hilang kontak di Maros, Sulawesi Selatan, sudah sesuai dengan prosedur.
Pesawat itu diberangkatkan dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta dengan tujuan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
"Semua prosedur dari keberangkatan sampai pemeriksaan di X-Ray, di SCP-nya sudah kita lakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku di bandara," kata Wibowo kepada wartawan, Sabtu (17/1).
Wibowo memaparkan, pesawat dengan kode ekor PK-THT itu berangkat dari Adisutjipto sekitar pukul 08.08 WIB. Pesawat membawa 7 kru dan 3 penumpang.
Pesawat milik Indonesia Air Transport itu dilaporkan hilang kontak saat akan tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Saat laporan diterima, posisi terakhir pesawat berada di sekitar Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dengan titik koordinat 04°57’08” LS-119°42’54” BT.
Kepala Bidang Operasi SAR Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan untuk mendeteksi dan menemukan pesawat tersebut, pihaknya menurunkan sebanyak 60 personel Basarnas dan potensi SAR.
“Kami telah menuju lokasi titik koordinat yang berada di sekitar daerah Leang-Leang sesuai koordinat yang dilaporkan AirNav kepada kami,” kata Andi.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475809/original/032406400_1768655848-IMG_20260117_083259.jpg)


