Dusun Bulak dan Dusun Pengkol yang sebelumnya terpisah oleh Sungai Keduang kini kembali terhubung. Sebuah jembatan gantung berhasil dibangun dan mulai digunakan sejak 15 Januari 2026 di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Para siswa tidak perlu lagi berenang untuk menyeberangi sungai saat pergi dan pulang sekolah. Sementara para petani kini dapat mengangkut hasil panen mereka dengan lebih mudah tanpa harus menceburkan diri ke sungai.
Mobilitas warga semakin lancar, bahkan kendaraan roda dua kini sudah bisa melintas.
Sebelumnya, pada 15 Desember 2024, jembatan penghubung kedua dusun ini terputus akibat terjangan banjir Sungai Keduang. Selama hampir satu tahun, warga dari kedua dusun terpaksa berenang setiap kali harus menyeberangi sungai.
Melihat kondisi tersebut, TNI Angkatan Darat segera bergerak membantu masyarakat. Personel Zeni TNI AD dikerahkan dan bekerja sama dengan warga setempat membangun jembatan baru sejak pertengahan Desember 2025.
Dengan menggunakan peralatan sederhana berupa bambu dan tali, prajurit TNI bersama warga mengangkat batu-batu sungai seukuran koper untuk dijadikan fondasi. Mereka berdiri sejajar di aliran sungai untuk menarik dan memasang kabel sling sebagai rangka utama jembatan.
Dengan keahlian teknis yang dimiliki, prajurit Zeni TNI AD kemudian memasang tiang penyangga, menyambungkan kabel sling, serta menyusun papan kayu untuk lantai jembatan. Baut dan pengaman lainnya dipasang untuk memastikan keselamatan. Jembatan gantung tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan.
Jembatan Sungai Keduang 2 berdiri kokoh dengan tiang penyangga berwarna merah, lantai kayu berwarna hijau, dan dihiasi dengan bendera Merah Putih di kedua sisi.
Penyelesaian pembangunan Jembatan Sungai Keduang 2 merupakan komitmen TNI AD dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya dalam pemulihan infrastruktur pascabencana.
“Kehadiran TNI AD di tengah masyarakat diharapkan dapat mempercepat pemulihan wilayah serta memperkuat ketahanan dan kesejahteraan warga,” demikian dikutip dari akun Instagram Pusat Zeni TNI Angkatan Darat, Minggu (17/1).
Presiden RI Prabowo Subianto sebelumnya membentuk Satuan Tugas (Satgas) Khusus Darurat Jembatan pada akhir November 2025. Satgas ini bertugas untuk membangun jembatan di berbagai pelosok daerah agar tidak ada lagi anak-anak yang harus berenang menyeberangi sungai saat berangkat sekolah.
Melalui program tersebut, mahasiswa teknik sipil, prajurit TNI, dan personel Polri diterjunkan langsung ke desa-desa. Pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 300 ribu jembatan selesai pada 2026.


