PKB Kaji E-Voting untuk Pilkada, Tak Tutup Opsi Dipilih DPRD

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan mengkaji usulan penerapan sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKB Hasanuddin Wahid memastikan setiap usulan terkait pilkada akan dikaji guna melahirkan sistem politik yang sehat.

Baca juga: PDIP Kukuh Usulkan Pilkada Lewat E-Voting, Sekjen PDIP: India Saja Bisa

"Mau e-voting, mau apa, semuanya kita kaji dengan baik dan tentunya muaranya kan untuk melahirkan sistem politik demokrasi yang betul-betul ala Indonesia yang sehat dan betul-betul mencerminkan kedaulatan rakyat," kata Hasanuddin di JCC, Jakarta, Sabtu (17/1/2026).

Bukan hanya usulan soal e-voting, PKB juga akan melakukan kajian soal adanya aspirasi agar Pilkada dilakukan lewat DPRD.

Baca juga: Mengapa E-Voting Tak Bisa Langsung Diterapkan di Pilkada Indonesia?

PKB akan menggelar sejumlah diskusi serta menyerap aspirasi publik.

"Jadi aspirasi yang berkembang tentang Pilkada dipilih oleh DPRD, ada yang sebagian juga minta tetap dengan pilihan langsung, itu kita coba serap aspirasi dari semua publik," ucap dia.

Dia memastikan, hasil kajian akan diambil guna menyiapkan sistem politik yang demokratis dan sehat.

"Kita sudah perintahkan ke seluruh anggota DPRD PKB di seluruh Indonesia, DPC, dan sebagainya, menyerap sebanyak-banyaknya aspirasi publik terkait ide gagasan Pilkada melalui DPRD," imbuh dia.

Nantinya, hasil kajian akan disampaikan ke Parlemen lewat Fraksi PKB di DPR RI.

Sebelumnya diberitakan, usulan penerapan sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pilkada disuarakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) untuk menekan tingginya biaya penyelenggaraan.

Dorongan tersebut menjadi salah satu hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI-P yang digelar di Ancol, Jakarta, Senin (12/1/2026).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

PDI-P menilai, penerapan teknologi dalam Pilkada dapat menjadi solusi atas mahalnya biaya Pilkada langsung tanpa mengurangi hak kedaulatan rakyat dalam menentukan pemimpinnya.

Sementara usulan, pemilihan kepala daerah melalui DPRD kembali mencuat setelah disuarakan Presiden Prabowo Subianto dan Partai Golkar.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Teknologi AI-Big Data Mampu Hubungkan Energi dan Gaya Hidup Digital Masyarakat Modern
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pembalakan Liar di Taman Nasional Gunung Ciremai, Lima Orang Ditetapkan sebagai Tersangka
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Usut Kasus Suap Pajak, KPK Dalami Asal-usul Barang Bukti Logam Mulia 1,3 Kilogram
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
BMKG Sulsel Keluarkan Peringatan Cuaca Dini 18-20 Januari 2026, Ada Potensi Banjir hingga Tanah Longsor
• 3 jam lalufajar.co.id
thumb
Speed Boat Terbalik di Mamberamo, Tiga Meninggal
• 6 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.