Dalam rangka menyambut pergantian tahun baru 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggratiskan layanan transportasi publik termasuk TransJakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta selama dua hari, tanggal 31 Desember 2025 dan 1 Januari 2026.
Bank Jakarta pun menyatakan kesiapan untuk mendukung kebijakan yang diharapkan dapat mendorong mobilitas masyarakat secara aman, nyaman, serta mendukung pengalaman perayaan yang inklusif bagi seluruh warga Jakarta dan sekitarnya.
Baca Juga: BCA Serahkan Berbagai Bantuan ke Korban Bencana di Aceh Tamiang
Dukungan Bank Jakarta ini diwujudkan dengan menghadirkan JakCard sebagai pilihan uang elektronik berbasis kartu dari Bank Jakarta yang dirancang untuk memudahkan transaksi harian masyarakat, khususnya dalam penggunaan transportasi umum di Jakarta, sekaligus mendukung transformasi menuju sistem pembayaran digital yang lebih efisien dan inklusif.
“Bank Jakarta berkomitmen mendukung ekosistem transportasi publik yang terintegrasi dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. JakCard hadir sebagai solusi pembayaran yang praktis dan handal untuk mendukung mobilitas urban Jakarta, terutama di momentum-momentum penting seperti perayaan Tahun Baru ini,” jelas Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, dikutip dari siaran pers Bank Jakarta, Rabu (31/12).
Agus menambahkan bahwa sinergi antara sektor perbankan dan transportasi publik menjadi elemen penting dalam mendorong inklusi keuangan dan percepatan adopsi transaksi non-tunai di ibu kota.
Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menyampaikan apresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberikan layanan transportasi publik gratis pada masa perayaan Tahun Baru.
“Melalui inovasi produk perbankan seperti JakCard, kami berharap dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam bertransaksi, sekaligus memperkuat ekosistem pembayaran transportasi yang terintegrasi dan berkelanjutan,” tutup Arie.
Ke depan, Bank Jakarta akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan para pemangku kepentingan terkait dalam rangka mendukung pengembangan transportasi publik serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang selaras dengan visi Jakarta sebagai kota global.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan, kebijakan ini diterapkan agar warga bisa menikmati akhir tahun dengan bahagia dan memanfaatkan transportasi publik.
"Pokoknya besok digratiskan (transportasi) yang dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta. Kami ingin sekali menikmati Tahun Baru dengan kebahagiaan," ujar Pramono.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan, tarif transportasi publik akan dikenakan Rp1 sebagai pendataan jumlah penumpang. Potongan saldo terjadi saat penumpang melakukan tap. "Rp1 untuk pendataan," imbuhnya.



