Tangsel: Polres Tangerang Selatan menetapkan dua orang sebagai tersangka terkait ledakan gedung lantai empat produksi obat-obatan di Jalan Raya Jombang, Pondok Aren. Keduanya merupakan seorang direktur dan kepala mesin ekstraksi PT Nucleus.
"Yang pertama, EBBM, 24 (laki-laki), ini direktur PT NNN, yang kedua inisial SW, 32 (perempuan), sebagai kepala mesin ekstraksi dari PT tersebut," ujar Kapolres Tangsel, AKBP Victor Inkiriwang, Rabu, 31 Desember 2025.
Kapolres menyatakan penetapan tersangka didasarkan pada alat bukti serta serangkaian penyidikan dan penyelidikan yang telah dilakukan. "Kemudian selain keterangan saksi, keterangan ahli, berbagai petunjuk yang kami dapatkan e-manual book, mesin ekstraksi, hasil forensik, serta tentunya satu unit mesin ekstraksi," kata Victor.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, memaparkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri. "Dari hasil pemeriksaan Puslabfor Polri, ditemukan memang penyebab ledakan ada di mesin ekstraksi tersebut," kata Wira Graha Setiawan.
Baca Juga :
Polisi Masih Olah TKP Ledakan di Tangsel, Masyarakat Diminta Sabar
Ia menambahkan, perusahaan tersebut memiliki enam bahan produk yang digunakan, yang memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Bahan-bahan tersebut berasal dari daging ikan gabus giling, noksta dekstrim, enzim, aquades (air), serta etanol.
Sebelumnya, Polisi memastikan gedung lantai empat di Jalan Raya Jombang merupakan tempat produksi berbagai macam obat-obatan milik PT Nucleus. Kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait aktivitas yang menyebabkan ledakan.
Gedung Nucleus di Jalan Raya Jombang, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel) yang meledak. (Metrotvnews.com/Hendrik)
"Perusahaan ini namanya Nucleus, yang bergerak di bidang farmasi memproduksi berbagai macam obat-obatan. Kami tengah mendalami kegiatan yang sementara dilakukan. Tentunya nanti berdasarkan pemeriksaan dari ahli, terus Bareskrim Polri, nanti kami akan sampaikan hasilnya seperti apa," ujar Kapolres AKBP Victor Inkiriwang pada Kamis, 9 Oktober 2025.
Berdasarkan informasi warga, ledakan terjadi pada Rabu, 8 Oktober 2025, sekitar pukul 20.30 WIB di gedung Nucleus. Polisi langsung merespons dengan mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.


