FAJAR, MAKASSAR — Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin terus mematangkan persiapan mahasiswa dalam menghadapi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar di Aula Prof. Mattulada FIB Unhas, Senin (29/12/2025). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kesiapan tim menuju kompetisi PKM tingkat nasional.
Sebanyak 17 tim PKM mengikuti bimtek yang berlangsung sejak pukul 09.00 Wita hingga selesai. Pelaksanaan kegiatan dibagi ke dalam dua sesi, yakni sesi pagi yang diikuti 12 tim dan sesi siang yang diikuti lima tim. Setiap tim diberi kesempatan mempresentasikan ide dan gagasan yang akan diusung, kemudian mendapatkan masukan, evaluasi, dan arahan langsung dari dosen-dosen pembimbing.
Bimtek PKM ini turut dihadiri Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, serta para dosen pembimbing PKM. Pelaksanaan bimtek sejak akhir tahun ini dilakukan untuk mengejar jadwal Bimtek tingkat universitas, sehingga setiap tim memiliki kesiapan yang lebih matang, khususnya dari sisi aspek keilmuan dan metodologi.
Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FIB Unhas menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan lebih awal bertujuan agar setiap tim memiliki fondasi akademik yang kuat sebelum memasuki tahapan seleksi selanjutnya. “Bimtek ini kita lakukan lebih awal agar aspek keilmuannya lebih kena,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya komitmen mahasiswa dalam menjaga semangat berkarya, terutama di tengah masa libur yang kerap menjadi tantangan tersendiri.
Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki energi ekstra untuk tetap fokus dan konsisten mengembangkan ide-ide kreatif yang telah dirancang, sehingga target yang diharapkan dapat tercapai secara optimal.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Budaya dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan menegaskan bahwa tantangan untuk menembus Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) tergolong besar dan kompetitif. Oleh karena itu, kreativitas dan kerja sama menjadi kunci utama keberhasilan.
Ia menekankan bahwa sinergi tidak hanya dibangun antar mahasiswa dalam satu tim, tetapi juga antara mahasiswa dan dosen pembimbing. Keterpaduan tersebut, menurutnya, akan melahirkan gagasan yang kuat dan berdaya saing. Selain semangat, ia juga mengingatkan pentingnya disiplin, baik dalam pengelolaan waktu maupun kehadiran selama proses pendampingan.
“Semangat harus dibangun dan dijaga, tapi disiplin juga menjadi kunci. Dengan chemistry yang baik antara tim dan dosen pembimbing, target-target yang ditetapkan bisa dicapai,” ujarnya.
Secara teknis, mekanisme presentasi dilakukan secara bergiliran. Setelah tiga tim menyelesaikan pemaparan, para dosen pembimbing memberikan ulasan dan review terhadap ide yang disampaikan. Sejumlah tim telah mempresentasikan rencana kegiatan yang akan direalisasikan, dan masing-masing mendapatkan feedback sebagai bahan penyempurnaan proposal.
Melalui bimtek ini, FIB Unhas berharap dapat melahirkan tim-tim PKM yang tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga matang secara konsep dan pelaksanaan, sehingga mampu bersaing dan berprestasi di ajang PIMNAS 2026.
Penulis: Aditya Nugraha
Mahasiswa Magang FAJAR dari Sastra Inggris
UNHAS



