GenPI.co - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena meminta pelaku wisata di Labuan Bajo mematuhi penutupan sementara pelayaran di Kabupaten Manggarai Barat.
Larangan berlayar di seluruh wilayah Manggarai Barat itu, seiring informasi tinggi gelombang laut yang disampaikan BMKG tertanggal 29 Desember 2025.
Melki Laka Lena mengatakan larangan tersebut, juga untuk mendukung upaya pencarian korban kapal tenggelam.
“Ikuti imbauan pemerintah pusat, supaya dalam rangkiat kita berempati terhadap korban,” katanya dikutip dari Antara, Kamis (1/1).
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo diketahui menutup aktivitas pelayaran pada Senin (29/12).
Penutupan pelayaran dalam rangka antisipasi dampak potensi cuaca ekstrem itu, berlaku pada kapal wisata dan kapal lainnya.
Melki menyampaikan penutupan itu, juga untuk membantu Tim SAR gabungan dalam mencari tiga korban kecelakaan kapal yang belum ditemukan, hingga hari keenam.
“Saya mohon pengertiannya kepada semua warga Manggarai Barat, terutama di Labuan Bajo dan wisatawan,” ujarnya.
Politikus Partai Golkar itu mengatakan setiap hari para penyelaman di wilayah yang menjadi salah satu jalur wisatawan menikmati wisata di Taman Nasional Komodo (TNK).
“Kita lihat semua penyelam turun kita bantu dengan cara tidak dulu bergerak di sekitar sini. Semoga dalam waktu dekat bisa ketemu,” ucapnya.
Tiga wisatawan yang masih hilang tersebut, yakni pelatih Tim B sepak bola wanita Valencia Martin Carreras Fernando dan dua anak. (ant)
Simak video menarik berikut:



