JAKARTA, KOMPAS.com - Kericuhan yang terjadi di Jalan Raya Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan pada Kamis (11/12/2025) lalu telah memasuki babak baru.
Setelah dua pekan berlalu, akhirnya polisi menangkap pelaku perusakan dan pembakaran.
“Kami infokan bahwa untuk pelaku pembakarannya kami sudah melakukan penangkapan, dan sedang proses pengembangan terhadap tersangka lainnya,” kata Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, dalam Rilis Akhir Tahun 2025 Polda Metro Jaya, Rabu (31/12/2025).
Namun Iman belum membeberkan lebih banyak tentang jumlah pelaku yang ditangkap.
Baca juga: Brigadir IAM dan Bripda AMZ Dipecat Usai Terlibat Pengeroyokan Matel di Kalibata
Bermula dari Pengeroyokan MatelKericuhan ini terjadi bukan tanpa alasan. Sore hari di parkiran Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, terjadi pengeroyokan terhadap dua mata elang.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Kalibata, mata elang dikeroyok, mata elang dikeroyok di Kalibata, Matel bentrok di Kalibata, matel dikeroyok, polisi keroyok mata elang, mata elang dikeroyok polisi, mata elang dikeroyok polisi di Kalibata, polisi keroyok mata elang di Kalibata&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wMS8wODI1NDAxMS9iYWJhay1iYXJ1LWtlcmljdWhhbi1kaS1rYWxpYmF0YS1wZWxha3UtcGVtYmFrYXJhbi1kaXRhbmdrYXA=&q=Babak Baru Kericuhan di Kalibata, Pelaku Pembakaran Ditangkap§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Para pelaku yang berjumlah enam orang kemudian terungkap sebagai aparat kepolisian dari satuan pelayanan markas Mabes Polri.
Salah satu mata elang tewas di tempat, sementara satu orang lagi sempat dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi kritis, tapi berakhir tak tertolong.
“Kedua orang yang bertugas sebagai mata elang ini dianiaya dan dikeroyok sampai satu meninggal di tempat dan satu lagi meninggal di rumah sakit,” ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, Jumat (12/12/2025).
Baca juga: 4 Polisi Pengeroyok Matel Dihukum Demosi, Disebut Hanya Ikuti Senior
Adapun pengeroyokan ini terjadi karena salah satu pelaku tak terima sepeda motornya akan ditarik oleh kedua korban. Ia memanggil teman-temannya untuk menyelesaikan konflik itu.
Ketika matahari sudah terbenam, kericuhan pun dimulai sebagai imbas dari amarah kelompok yang mengaku sebagai teman-teman dari kedua korban.
“Mereka meminta kalau bisa yang mengeroyok itu diserahkan ke polisi. Namun, tidak mendapatkan informasi,” ujar Nicolas.
Saat itu mereka belum tahu siapa pelakunya, sehingga menyasar pedagang dan warga sekitar TKP yang mereka duga terlibat dalam pengeroyokan ini.
Baca juga: Awal Mula 6 Anggota Polri Keroyok 2 Matel hingga Tewas, Tak Terima Kunci Motor Dicabut
Kericuhan itu terjadi dua kali di malam yang sama. Kericuhan pertama, sekelompok pria itu merusak tenda-tenda PKL, memecahkan kaca kios, hingga membakar sepeda motor yang terparkir di sana.
Kemudian polisi datang untuk membubarkan mereka. Anggota Brimob berjaga di sekitar lokasi, dan melakukan penyisiran ke sekitar area Kalibata.
Sekira pukul 22.00 WIB, kemarahan mereka pecah lagi. Kini kios-kios dibakar tanpa ampun. Akibatnya, sembilan kios jadi korban dengan dua di antaranya mengalami kerusakan parah.




